Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Peternak di Thailand Gunakan Ganja Sebagai Pakan Ayam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah komunitas peternakan di Lampang, Thailand, menggunakan ganja sebagai makanan untuk ayam guna meningkatkan kualitas telur dan daging ternak tersebut.
Presiden dari komunitas ternak Peth Lanna, Sirin Chaemthet, mengatakan banyak peternak memilih menggunakan mariyuana setelah induk ayam mereka diketahui terkena bronkitis burung, meski telah diberikan antibiotik.
Chaemthet mengatakan para ayam lalu diberikan ganja untuk mengatasi penyakit tersebut. Hasilnya ayam ternak memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dalam menangkal penyakit itu, pun dapat bertahan dari cuaca buruk.
Setelah itu komunitas ternak di sana kemudian memutuskan tidak lagi menggunakan antibiotik dan hanya memberikan ganja pada ternak mereka.
Sebagaimana diberitakan The Straits Times, pemberian makan ganja ke ayam ini dilakukan dalam eksperimen bersama Fakultas Agrikultur Universitas Chiang Mai. Informasi ini Chaemtet sampaikan pada Sabtu (11/6).
Chaemthet juga mengungkapkan perusahaannya saat ini menjual daging ayam dan telur dengan harga 100 baht (Rp42 ribu) per kilo dan 6 baht (Rp2.500) secara satuan.
Selain itu, Chaemthet menuturkan nasi ayam yang dibuat dari ayam pemakan ganja mendapatkan respons baik. Perusahaannya juga berencana menjual ayam bakar di masa depan.
Menurut Chaemthet produk ayam tersebut memenuhi keinginan konsumen akan makanan sehat dan organik. Tak hanya itu, presiden Dewan Peternakan Nasional Prapat Panyachatrak menilai menjadikan ganja sebagai pakan ayam lebih mampu menjaga keamanan pangan konsumen.
Penilaian ini muncul mengingat antibiotik pada daging dan telur ayam dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia, seperti kemunculan alergi dan berkurangnya kekebalan tubuh. Alternatif ini juga dinilai mampu meningkatkan nilai komersial dari produk lain.
Thailand disebut menjadi negara pertama di Asia yang mengizinkan budidaya tanaman ganja di rumah. Meski demikian terdapat sejumlah batasan dan larangan yang masih harus diperhatikan setiap warga dan pihak yang membudidayakan tanaman memabukan ini.
Legalisasi ganja ini dilakukan demi meringankan kondisi kesehatan dan meningkatkan kesehatan yang baik di tingkat rumah tangga. (sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan