Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kasus Hoaks Penculikan di Tabanan, Begini Akhirnya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kasus dugaan penculikan di Desa Nyitdah, Kediri yang sempat menghebohkan media sosial akhirnya damai. Polres Tabanan menempuh jalur restorative justice atau Keadilan restoratif.
Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menyebutkan, tidak ada niat atau upaya DAT, 19 dan mertuanya membuat laporan palsu.
“Soal penyiksaan, dari mertua tidak ada upaya. Hanya bentuk pelajaran pada DAT karena sering keluar malam,” ujarnya di Mapolres Tabanan, Senin (20/6).
Keadilan restoratif adalah sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa, dan kadang-kadang juga melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum
DAT juga memiliki persoalan keluarga yang pelik dan memiliki latar belakang pendidikan yang minim. Sehingga Polres Tabanan melakukan pendampingan bersama Dinas Sosial Tabanan. Selama pemeriksaan, DAT juga memohon agar mertuanya tidak ditahan.
“DAT menyatakan sangat menyesal dengan kasus ini. Sejak awal tidak menduga akan menjadi viral,” ujar AKBP Ranefli.
Kasus penculikan ini berawal pada Sabtu, (30/4) sekitar Pukul 18.00 WITA ketika korban DAT sedang mencari pepaya di Banjar Mengening untuk dijadikan sayur.
DAT menyebutkan, tiga orang membekapnya lalu dibawa ke tengah mobil dan diikat. Mulut korban diikat dengan kain putih, tangan diikat tali plastik, kaki diikat dengan tali sapi.
Korban kemudian dibawa ke daerah sekitar Taman Ayun, Mengwi. Korban dipaksa melakukan hubungan badan oleh para tersangka. Namun, korban menolak, korban sempat dipukul menggunakan botol bir dan dicekik.
Korban tetap menolak dan memberikan perlawanan, karena merasa lelah memaksa, korban kemudian pada Minggu, (1/5) sekitar Pukul 03.00 WITA diturunkan dalam keadaan kaki dan tangan terikat serta mulut ditutup kain putih di Beji Puseh, Desa Nyitdah.
Selama satu hari tidak ada yang menemukan korban, kemudian pada besoknya (2/5) sekitar Pukul 13.00 WITA warga, atas nama I Ketut Kantor dan I Wayan Lampyong dari Banjar Sengguan, Desa Nyitdah menemukan korban. Selanjutnya menghubungi keluarga korban dan melapor ke Polsek Kediri.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan