Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
2 Pastor Ditembak Mati di Gereja, Jasad Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, pada Rabu (22/6), menyesali pembunuhan dua pastor Jesuit Javier Campos dan Joaquín Mora. Ia mengatakan sang pelaku pembunuhan telah diidentifikasi.
Kedua pastor, yang masing-masing berusia 79 dan 80 tahun itu, ditembak mati di gereja kecil di alun-alun kota Cerohahui pada Senin (21/6), bersama pemandu wisata yang mereka coba lindungi dari pemimpin kelompok kriminal setempat.
Kedua pastor itu telah diintegrasikan ke dalam komunitas Adat Tarahumara, yang lebih memilih nama Raramuri, dan melakukan berbagai pekerjaan sosial, membela budaya lokal dan mengadvokasi layanan dasar, termasuk pendidikan.
Sempat terdapat pembicaraan untuk menarik Campos dan Mora keluar dari daerah tersebut demi keselamatan mereka sendiri, dan juga karena faktor usia, tetapi keduanya menolak usulan itu.
Dalam misa yang digelar di Mexico City pada Selasa (21/6) malam, seorang pastor Jesuit lainnya Jorge Atilano mengatakan “mereka dihormati.” Ia menggarisbawahi betapa “kata-kata keduanya diperhitungkan dan sesuatu yang terjadi kemarin telah menyakitkan (komunitas itu).”
Kawasan pegunungan itu telah menjadi tempat pembunuhan para pemimpin masyarakat suku asli atau pribumi, pencinta lingkungan, pembela HAM dan bahkan seorang wartawan yang meliput daerah tersebut.
Luis Gerardo Moro, pastor Jesuit terkenal di Meksiko, pada Rabu, mengatakan “kami belum menemukan jasad mereka.” “Hal ini mengingatkan kita pada ribuan keluarga yang mencari kerabat mereka yang hilang di negara ini. Lebih dari 100.000 orang hingga saat ini belum ditemukan,” tambah Moro.
Pelaku pembunuhan, yang menurut Presiden López Obrador telah diidentifikasi, disinyalir menyembunyikan mayat kedua pastor itu.
López Obrador mengatakan pihak berwenang sedang mencari seorang laki-laki yang dicari sejak 2018 atas tuduhan pembunuhan seorang wisatawan asal Amerika Serikat.
Tingkat pembunuhan yang tinggi di Meksiko telah menjadi masalah bagi López Obrador, yang ketika menjabat menegaskan bahwa ia tidak tertarik untuk memburu pelaku perdagangan narkoba sebagaimana yang dilakukan pendahulunya, yang menurutnya justru telah meningkatkan aksi kekerasan.
Namun, baru separuh jalan dari masa jabatannya yang berlangsung selama enam tahun, jumlah pembunuhan di Meksiko melonjak menjadi hampir 124.000 kasus, melampaui jumlah kasus pembunuhan selama masa kepresidenan Felipe Calderon yang meningkatkan upaya untuk berhadapan langsung dengan para kartel narkoba.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 651 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 611 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 460 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 445 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik