Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kini Turun Jadi 110 Dolar AS/Barel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Harga minyak dunia anjlok hampir USD2 per barel pada perdagangan Kamis, usai pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengipasi kekhawatiran kenaikan suku bunga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Mengutip CNBC, Jumat (24/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melorot USD1,69 atau 1,5 persen menjadi USD110,05 per barel.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menetap di posisi USD104,27 per barel, menyusut USD1,92, atau 1,8 persen.
Powell menegaskan fokus The Fed untuk mengendalikan inflasi adalah "tanpa syarat" dan pasar tenaga kerja kuat secara tidak berkelanjutan, komentar yang memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Investor memangkas posisi dalam aset berisiko karena mereka menilai apakah upaya bank sentral menjinakkan inflasi dapat mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi dengan suku bunga yang lebih tinggi.
"Jika Amerika Serikat, dan seluruh dunia mengalami resesi, itu dapat memengaruhi permintaan secara signifikan," kata konsultan minyak Houston, Andrew Lipow.
Juga, harga bensin yang tinggi dapat mulai memperlambat permintaan, kata Robert Yawger, Direktur Mizuho di New York.
Yawger menambahkan bahwa harga bensin masih memiliki ruang untuk naik. Harga eceran AS saat ini rata-rata USD4,94 per galon, turun sekitar 10 sen dari puncaknya, menurut AAA.
Sejumlah perusahaan penyulingan minyak dan Menteri Energi Amerika, Jennifer Granholm, menggelar pertemuan darurat mengenai masalah tersebut tanpa solusi konkret untuk menurunkan harga, menurut narasumber, tetapi kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama.
Perkiraan terbaru oleh American Petroleum Institute, menurut sumber pasar, menunjukkan persediaan minyak mentah dan bensin AS naik minggu lalu, yang juga membebani harga, kata Yawger.
Estimasi mingguan resmi untuk persediaan minyak Amerika dijadwalkan Kamis, tetapi masalah teknis akan menunda perilisan data itu hingga pekan depan, tutur Badan Informasi Energi AS, tanpa memberikan timeline yang spesifik.
OPEC dan negara-negara produsen sekutunya, termasuk Rusia, kemungkinan akan tetap pada rencana untuk mengakselerasi peningkatan produksi pada Agustus dengan harapan mengurangi harga minyak mentah dan inflasi ketika Presiden AS Joe Biden berencana mengunjungi Arab Saudi, kata narasumber.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4686 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan