Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
19 Lukisan Tokoh Perempuan Dipamerkan di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Solo exhibition memamerkan lukisan suara kebebasan 19 tokoh perempuan perkasa oleh Perupa sekaligus kurator, Aricadia. Karya lukisan “freedom voice” berlangsung di Warung Oman, Gang Cinta, Desa Singakerta Kecamatan Ubud, Sabtu (25/6).
Karya yang dipamerkan mulai dari sosok Ken Dedes hingga Daria Hennadiyivna Bilodid, seorang judoka Ukraina kelahiran 10 Oktober 2000 peraih medali emas dunia dan Eropa Tahun 2019 di kelas 48 kg. Aricadia ingin mengungkap tokoh perempuan perkasa yang punya andil bicara dan bertindak terdepan.
“Diskursus mengenai perempuan tidak akan pernah ada habisnya. Salah satu mitos mengatakan, perempuan adalah perwujudan keburukan laki-laki. Tubuhnya dinisbahkan penciptaan atas tulang rusuk laki-laki,” ujarnya.
Dengan menempatkannya dalam posisi tersubordinasi pada tatanan sosial kemasyarakatan. “Patriarki sudah jauh mengakar dalam tubuh masyarakat dewasa ini. Bahkan ia adalah bentuk status quo tertua di dunia,” imbuhnya.
Ada 19 karya yang menghidupkan dinding warung makan. Ada 9 lukisan acrylic ukuran 20 x 25 cm. “Betapa sulitnya menjadi perempuan. Seperti kata Jean Jacques Rousseau, seorang pemikir Perancis, manusia dilahirkan bebas namun dimana mana ia dipenjara. Begitulah nasib perempuan, ia dilahirkan bebas, namun dimana-mana ia di penjara,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5043 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2161 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 873 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan