Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Perbaikan Ruas Jalan Duda Utara-Jungutan Terkendala Dana
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ruas jalan Penghubung dua Kecamatan di Desa Duda Utara (Selat) menuju Desa Jungutan (Bebandem) belum bisa diperbaiki lantaran keterbatasan dana.
Kondisi ini diakui oleh Kepala Dinas PUPR Perkim Karangasem, Ir. Wedasmara saat dikonfirmasi pada Jumat (1/7/2022).
"Untuk ruas jalan Duda Utara - Jungutan rencana kita buatkan DED tahun 2022 ini, tapi sejauh ini belum dikasih dana oleh Pemerintah," ujarnya.
Menurut Wedasmara, ruas jalan Desa Duda Utara-Jungutan tersebut memiliki panjang sekitar 2,54 kilometer dengan lebar 2,50 meter. Untuk perbaikannya sendiri dibutuhkan dana sekitar Rp3 Miliar.
"Untuk penanganannya kita belum bisa memastikan, oleh sebab itu diperlukan perencanaan terlebih dahulu," tandas Wedasmara.
Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, kondisi ruas jalan di Desa Duda Utara-Jungutan bisa dikatakan dalam kondisi rusak parah.
Di dekat perbatasan antar dua Kecamatan tersebut kondisi jalan masih berupa jalan tanah sedangkan yang sudah mendapat pengaspalan saat ini kondisinya rusak. Ada banyak lubang di sepanjang jalan hingga batu berukuran sedang dan pasir berserakan di badan jalan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun