Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
22 Juta Masyarakat Terdampak Penerapan Migrasi ke TV Digital
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat ada 22 juta rumah tangga yang tergolong mampu secara ekonomi terdampak pada penghentian TV analog. Maka itu, Kemkominfo mendorong masyarakat tersebut untuk melakukan penyesuaian secara mandiri.
Hal ini disampaikan Usman Kansong, selaku Direktur Jendral IKP Kemkominfo dalam webinar "Survey Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital" pada Rabu, (6/7/2022) malam.
Ini menurutnya penting sebagai kesiapan menuju batas akhir penghentian TV analog dan beralih ke TV digital atau Analog swicth Off (ASO) pada 2 November 2022 mendatang.
Ia menyebut hingga saat ini perangkat TV digital telah banyak tersedia di pasaran. Dimana salah satunya yakni Set Top Box (STB), Kominfo telah mensertifikasi 36 merk STB dengan berbagai penawaran harga dan fitur sesuai selera masyarakat. Atau alternatif lain, masyarakat bisa mengakses siaran digital melalui layanan Free To Air parabola, TV berlangganan, TV kabel, ataupun konten multimedia melaui internet.
Selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana kesiapan masyarakat beralih ke TV digital, Kominfo menggandeng sejumlah lembaga penelitian, yakni dari UMC, litbang Kompas, dan Nielsen.
"3 lembaga ini memiliki tujuan dan metodologi berbeda-beda agar kita bisa dapat gambaran utuh seperti apa kondisi perilaku masyarakat menonton TV khususnya soal kesiapan beralih ke TV digital di tengah keterbatasan TV analog dan popularitas dalam mengakses internet dan media sosial," ujarnya.
Menariknya, Usman mengungkap temuan Kominfo bahwa 76 masyarakat merespons tertarik dan siap bermigrasi ke TV digital. Pihaknya pun optimistis progres ASO sejauh ini sudah dalam jalur yang tepat (right on track) menjelang sisa 4 bulan penerapan ASO.
"Jelang sisa 4 bulan hal-hal perlu peningkatan dapat dimaksimalkan sehingga ASO dapat berjalan baik, lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat dan industri terkait," tutupnya.
Sementara Abdul Kharis Almasyahri, selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI menenkankan program ASO ini harus sukses karena Indonesia relatif paling belakang dalam bermigrasi ke TV digital.
Sejauh pengamatannya, semua pihak terkait sudah bahu membahu dalam penyiapan infrastrutur dan sudah hampir selesai. Namun, untuk kesiapan masyarakat untuk ASO masih kurang. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak masyarakat memakai TV analog.
"Harus ada kerja keras Kominfo dan Lembaga Penyiaran untuk bisa mewujudkan masyarakat siap ASO terutama bagi masyarakat tergolong kurang mampu. Karena kita distribusi STB dari lembaga penyiaran masih rendah. Tidak salah kominfo sebagai leading sector itu mengambil langkah-langkah inisiatif agar masyarakat terdampak langsung yang tidak ammpu bisa teratasi dengan STB," jelasnya.
Menjelang tahun politik 2023, mendatang, ia tidak ingin masyarakat kehilangan hak tayangan telesetrial karena penghentian siaran TV analog. Maka itu, kata dia, ASO harus tetap berjalan.
"Kominfo perlu ambil langkah strategis agar ASO harus berjalan dengan baik," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2281 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan