Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Pedemo Temukan Gepokan Uang di Rumah Presiden Sri Lanka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pedemo berhasil menemukan uang tunai di rumah Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dalam bentuk gepokan uang kertas mata uang Rupee Sri Lanka, Senin (11/7). Uang tunai di rumah Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, berjumlah 17,8 juta Rupee atau setara US$50 ribu (Rp749 juta).
Pihak kepolisian menyatakan uang tunai tersebut pun langsung diserahkan pedemo kepada pengadilan Sri Lanka, seperti dikutip dari AFP.
"Uang tunai itu sudah diambil pihak kepolisian dan diserahkan kepada pengadilan," demikian keterangan dari juru bicara polisi Sri Lanka, Senin (11/7).
Salah satu sumber dari AFP juga menerangkan satu koper dokumen ditemukan di dalam rumah Presiden Sri Lanka tersebut.
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, kabur dari pintu belakang rumahnya dikawal sejumlah anggota angkatan laut sebelum massa yang mengepung rumahnya memaksa masuk, Sabtu (9/7).
Massa menyerbu kediaman sang presiden murka yang memuncak karena negara bangkrut. Rajapaksa disebut kabur dengan dibantu para pengawal yang melepaskan tembakan ke udara demi menahan massa.
"Presiden dikawal ke tempat yang lebih aman," kata seorang sumber penting kepada AFP secara anonim.
"Dia tetap menjadi presiden, dan saat ini dilindungi oleh pasukan militer," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7779 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan