Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Bukan Ukraina, Negara Kecil Berani Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hubungan antara Lithuania dan Rusia terus memanas. Kali ini, Vilnius kembali memperketat jalur kereta yang menghubungkan Rusia dengan enklave-nya di Laut Baltik, Kaliningrad.
Seorang pejabat Bea Cukai Lithuania pada Senin (11/7/2022) mengatakan bahwa barang-barang seperti beton, kayu, alkohol, dan bahan kimia industri berbasis alkohol, dari Rusia menuju Kaliningrad akan dilarang melintasi wilayah negara itu. Larangan ini sebagai bagian dari sanksi Uni Eropa (UE) kepada Moskow atas serangannya ke Ukraina.
Langkah ini merupakan manuver lanjutan setelah sebelumnya Negara Baltik itu sendiri telah membatasi transit produk Rusia tertentu. Seperti batu bara, besi, minyak, dan baja, menuju wilayah Kaliningrad.
Manuver ini ditanggapi pedas oleh Moskow. Sekretaris dewan keamanan Federasi Rusia, Nikolai Patrushev, pernah mengatakan konsekuensi dari larangan tersebut "akan memiliki dampak negatif yang serius pada penduduk Lithuania".
Sementara itu, Gubernur Regional Kaliningrad pada hari yang sama mengusulkan larangan total pergerakan barang melalui darat. Ini untuk memperkuat Pelabuhan Kaliningrad yang saat ini terpukul oleh sanksi Eropa.
"Ini akan memberikan kegiatan kepada kapal induk maritim (kami) dan memberikan pekerjaan ke pelabuhan Kaliningrad, yang telah terpukul keras oleh pembatasan UE," kata Gubernur Anton Alikhanov.
Kaliningrad sendiri merupakan wilayah Rusia yang terpisah dari daerah milik Moskow lainnya. Agar dapat mencapai wilayah itu via jalur darat, Rusia harus melalui Lithuania dan Belarus.
Meski terpisah, wilayah ini merupakan pusat pertahanan yang penting bagi Rusia di wilayah Laut Baltik. Bahkan, Moskow memiliki pangkalan militer besar di wilayah itu yang dilaporkan menampung rudal nuklir.
Lithuania sendiri saat ini merupakan anggota UE. Negara kecil itu juga bagian NATO, aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Rusia menyerang Ukraina sejak Februari 2022. Akibatnya sejumlah sanksi dijatuhkan negara Barat dan sekutu, mulai dari individu, perusahaan, hingga energi Rusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3017 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2069 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2037 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun