Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Bukan Ukraina, Negara Kecil Berani Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hubungan antara Lithuania dan Rusia terus memanas. Kali ini, Vilnius kembali memperketat jalur kereta yang menghubungkan Rusia dengan enklave-nya di Laut Baltik, Kaliningrad.
Seorang pejabat Bea Cukai Lithuania pada Senin (11/7/2022) mengatakan bahwa barang-barang seperti beton, kayu, alkohol, dan bahan kimia industri berbasis alkohol, dari Rusia menuju Kaliningrad akan dilarang melintasi wilayah negara itu. Larangan ini sebagai bagian dari sanksi Uni Eropa (UE) kepada Moskow atas serangannya ke Ukraina.
Langkah ini merupakan manuver lanjutan setelah sebelumnya Negara Baltik itu sendiri telah membatasi transit produk Rusia tertentu. Seperti batu bara, besi, minyak, dan baja, menuju wilayah Kaliningrad.
Manuver ini ditanggapi pedas oleh Moskow. Sekretaris dewan keamanan Federasi Rusia, Nikolai Patrushev, pernah mengatakan konsekuensi dari larangan tersebut "akan memiliki dampak negatif yang serius pada penduduk Lithuania".
Sementara itu, Gubernur Regional Kaliningrad pada hari yang sama mengusulkan larangan total pergerakan barang melalui darat. Ini untuk memperkuat Pelabuhan Kaliningrad yang saat ini terpukul oleh sanksi Eropa.
"Ini akan memberikan kegiatan kepada kapal induk maritim (kami) dan memberikan pekerjaan ke pelabuhan Kaliningrad, yang telah terpukul keras oleh pembatasan UE," kata Gubernur Anton Alikhanov.
Kaliningrad sendiri merupakan wilayah Rusia yang terpisah dari daerah milik Moskow lainnya. Agar dapat mencapai wilayah itu via jalur darat, Rusia harus melalui Lithuania dan Belarus.
Meski terpisah, wilayah ini merupakan pusat pertahanan yang penting bagi Rusia di wilayah Laut Baltik. Bahkan, Moskow memiliki pangkalan militer besar di wilayah itu yang dilaporkan menampung rudal nuklir.
Lithuania sendiri saat ini merupakan anggota UE. Negara kecil itu juga bagian NATO, aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Rusia menyerang Ukraina sejak Februari 2022. Akibatnya sejumlah sanksi dijatuhkan negara Barat dan sekutu, mulai dari individu, perusahaan, hingga energi Rusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan