Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Viral Emak-Emak Curi Uang Pedagang, Saat Ditangkap Nangis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehebohan terjadi di salah satu warung di yang menjual nasi dan lontong atau sarapan di Jalan Multatuli Medan, Selasa (12/7/2022). Seorang emak-emak yang belum diketahui identitasnya kedapatan diduga mencuri uang dari dalam laci pedagang.
Pemilik warung langsung bertindak dengan menangkap emak-emak itu. Ia merekam video perbuatan itu lewat kamera ponsel dan viral di media sosial.
Terlihat emak-emak yang mengenakan mukena berwarna pink menangis ketika aksinya dipergoki.
"Dia pura-pura beli ini, kami lagi sibuk langsung diambilnya ada sekitar satu juta," kata pemilik warung.
Personel Polsek Medan Kota yang sedang berpatroli langsung membawa pelaku ke kantor polisi.
"Tolong ya hati-hati kalian para pedagang," katanya.
Emak-emak yang diduga mencuri ini terus menghindari sorotan kamera ponsel. Ia juga meminta agar wajahnya tidak difoto-foto.
Pemilik warung bernama Tami (36) mengatakan, aksi emak-emak itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Ia memesan dua bungkus lontong.
Setelah pesanannya siap, kata Tami, wanita itu meminta air minum untuk dibungkus. Saat itulah ia melancarkan aksinya.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3018 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2070 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2039 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1822 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun