Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Keluarga Brigadir J Didatangi Polisi: Kami Kayak Disekap
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Keluarga Brigadir J yang tewas dalam aksi penembakan di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo mengungkap momen ketegangan saat sejumlah polisi mendatangi rumah duka. Bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak mengatakan polisi datang ke rumah pada Sabtu (9/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB, satu hari setelah peristiwa penembakan. Menurutnya, mereka yang datang adalah polisi dari Mabes Polri.
"Orang dari Mabes datang ke rumah, kami kayak disekap gitu. Rumah itu ditutup, semua gorden ditutup," kata Rohani kepada CNN Indonesia TV, Selasa (12/7).
Rohani sempat marah karena tak terima sikap polisi yang tidak sopan datang ke rumah.
"Pak namanya bertamu, jangan kayak gini caranya, aku bilang. Terus mereka bilang maaf. Kami selaku orang tua yang baru kehilangan anak kami masih syok dan trauma," ujar Rohani.
Bahkan ada polisi yang melarang anggota keluarganya menggunakan ponsel saat itu. Semua alat komunikasi dan perekam tak boleh digunakan.
"'Jangan main Hp, jangan ada yang mengambil video, jangan ada yang kamera,' katanya. 'Tolong Hp di sini sama kami,' katanya," ujar Rohani menirukan permintaan polisi saat itu.
Usai pertemuan itu, menurutnya, pihak keluarga Brigadir J tak bisa berkomunikasi menggunakan ponselnya. Rohani menduga alat komunikasinya telah disadap.
"Hp yang ada di rumah kami lima sudah disadap enggak bisa kami pakai lagi. Komunikasi sama siapapun kami tidak bisa komunikasi lagi," kata Rohani.
Pihak keluarga menduga ada sejumlah kejanggalan dalam kematian Brigadir J. Salah satunya, pihak keluarga menemukan sejumlah luka dan bekas sayatan senjata tajam di jasad Brigadir J, selain luka tembak.
Namun, polisi menyebut Brigadir J tewas karena baku tembak di rumah Sambo pada Jumat (8/7). Menurut polisi, Brigadir J ditembak setelah memasuki kamar istri Sambo dan diduga melakukan pelecehan. Dia merupakan sopir istri Sambo.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut istri Sambo sempat berteriak. Bharada E yang mendengar teriakan tersebut langsung menuju lokasi. Ramadhan mengatakan, baku tembak pun terjadi.
Menurutnya, Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Kelima tembakan Bharada E mengenai korban hingga tewas.
Ramadhan mengungkap posisi Bharada E lebih tinggi yakni sejauh 10 hingga 12 meter. Ia berada di lantai 2 rumah saat baku tembak terjadi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan