Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
SMP Hindu Pertama di Buleleng Hanya Tampung 32 Brahmacari
BERITABALI.COM, BULELENG.
SMP Hindu Madyama Widya Pasraman (MWP) Jnana Dharma Sastra di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kamis 14 Juli 2022 mulai beroperasi dan sudah menerima siswa atau brahmacari angkatan perdana sejumlah 32 orang.
SMP Hindu pertama dan satu-satunya di Buleleng tersebut telah melaksanakan upacara/ritual upanayana sebagai wujud atau simbol peningkatan status seorang siswa ke tingkat yang lebih tinggi dalam proses pendidikan.
Upanayana juga dimaknai sebagai upacara penyucian sebelum siswa mempelajari susastra keagamaan dan keilmuan secara umum.
Kepala SMP Hindu MWP Jnana Dharma Sastra, Wayan Sudiana Putra, S.Pd., mengatakan bahwa tahun ini sekolah hanya mampu menampung sebanyak satu rombongan belajar (rombel) saja sejumlah maksimal 32 orang. Padahal, minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah Hindu cukup besar.
Sudiana menilai, sekolah berbasis keagamaan memiliki keunggulan pada bidang pendekatan pendidikan secara holistik.
Pembelajaran bukan hanya menuntut siswa agar cerdas secara intelektual (IQ) tetapi juga pada aspek sikap dan spiritual (SQ) serta moral dan budi pekerti.
Sudiana menilai bahwa sejatinya pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
"Semua tujuan tersebut kami impelementasikan melalui pendekatan kurikulum berbasis keagamaan dengan tetap berpegang pada pendidikan karakter siswa," papar dia.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa sekolah menekankan pada pendekatan agama dan budaya pada proses pembelajaran.
"Kami ingin sekolah ini bukan hanya handal dan melahirkan siswa yang paham agama lebih dalam saja, tetapi juga mampu melestarikan adat dan budaya Bali itu sendiri," kata dia.
Sementara itu, Ketua Yayasan Mertajati Widya Mandala, I Made Bagus Andi Purnomo, S.Pd.,M.Pd yang mengelola SMP Hindu tersebut mengatakan bahwa secara koordinatif SMP Hindu MWP ini berada di bawah naungan Kementerian Agama RI.
Namun demikian, tetap berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kemendikbudristek melalui dinas pendidikan di daerah.
Yayasan pun kedepan berinisiatif membangun sarana dan prasarana yang lebih representatif dengan dukungan dari para pihak untuk mengembangkan pusat pendidikan keagamaan yang lebih luas dan terintegrasi.
“Saat ini kami menempati gedung eks SMP Dharma Sastra di Desa Umejero. Kedepan kami berkeinginan mengembangkan pusat pendidikan yang lebih luas. Dalam hal ini saya mengundang tokoh/masyarakat yang ingin berkontribusi dalam cita-cita yang luhur dan mulia ini," ujarnya.
Bagus menerangkan bahwa pihaknya berharap dukungan dari masyarakat atas keberadaan SMP Hindu pertama di Pulau Dewata bagian utara tersebut melalui baik maril dan materiil.
"Sekolah ini adalah milik umat. Kami berharap dukungan dan pendampingan dari umat. Mari miliki dan jaga bersama-sama," tutur dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun