Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
25 Meter Kubik Sampah Terkumpul di Kawasan Pantai Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sampah kiriman di Kawasan Pantai Sanur, Denpasar membludak pada Jumat (15/7) didominasi ganggang, plastik dan jenis lainnya.
Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melaksanakan respon cepat penanganan untuk memastikan kebersihan kawasan Pariwisata Sanur.
Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini angin berhembus dari Timur ke Barat. Karenanya, sebagai siklus tahunan, kawasan Pantai Sanur biasanya mendapat sampah kiriman.
"Atensi sampah kiriman akan terus dioptimalkan dari kawasan Pantai Biaung hingga Mertasari, hal ini mengingat Sanur merupakan kawasan pariwisata," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dari pembersihan tersebut sebanyak 25 Meter Kubik ditangani. Namun demikian, sepanjang masih terdapat sampah kiriman, penanganan akan terus dilaksanakan.
"Dalam penanganan tentu kami memperhatikan pasang surut air laut, dalam beberapa hari kedepan akan terus disiagakan Tim, sehingga pantai Sanur sebagai destinasi wisata dapat terus dinikmati," jelasnya.
Dalam kesempatan ini Gustra panggilan akrabnya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini mengakibatkan saluran air menjadi kotor dan bermuara ke pantai.
"Kami imbau masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga jika angin berubah, tidak mengotori pantai," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan