Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Perjuangan Berat Ni Made Arianti Sabet Emas APG 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perjuangan Ni Made Arianti meraih emas para atletik nomor 100 m T12 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Senin, ternyata cukup dramatis karena dilakukan sambil melawan cedera kaki.
"Kaki lagi sakit, punggung kaki (kiri) bengkak sejak tiga pekan sebelum lomba. Jadi menjadi sedikit challange," kata Ni Made Arianti usai lomba.
Meski meraih medali emas, Ni Made Arianti mengaku kurang puas dengan pencapaiannya karena dia hanya membukukan catatan waktu 13,70 detik yang jauh dari harapannya.
"Biasanya bisa tembus 12 koma besar (12,80 detik). Seperti di Swiss beberapa waktu lalu," kata Ni Made Arianti dengan tersenyum.
Pada nomor 100 m T12, Ni Made Arianti tampil dominan karena finis cukup jauh di depan atlet asal Thailand yang berhak perak dan rekan senegaranya Amelia Niam Tiara yang merebut perunggu.
Yang diraih Ni Made Arianti juga tidak lepas dari komunikasi dengan guide Bayu Aji. Keduanya klop meski baru bekerja sama baru sekitar bulan. Sebelumnya atlet Bali ini bekerja sama dengan guide lain.
"Saya terus melakukan komunikasi. Sharing setiap apa yang terjadi terutama saat latihan dan pertandingan. Kami selalu terbuka," kata atlet berusia 26 tahun itu.
Sementara itu Bayu Aji mengaku harus melakukan penyesuaian dengan tandem barunya, apalagi sebelumnya dia adalah guide untuk atlet putra.
"Cewek perlakuannya jelas beda dengan atlet cowok. Lari, langkah juga beda. Makanya harus hati-hati. Semuanya membutuhkan waktu," kata Bayu. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 540 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 509 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 369 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun