Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Karnaval Tenun Budaya Meriahnya Mirip Citayam Fashion Week
BERITABALI.COM, NTB.
Masyarakat Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) mengadakan acara Karnaval Tenun dan memanfaatkan jalanan desa sebagai cat walk untuk memamerkan kostum terbaiknya.
Acara tersebut merupakan rangkaian acara dari Alunan Budaya Desa ke VI yang dimulai pada Kamis (28/7) hingga berakhir pada Minggu (31/7). Acara tersebut mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat setempat. Terbukti dengan tumpah ruahnya masyarakat di lokasi acara.
Jika dibandingkan dengan fashion Show jalanan yang belakangan popular di Jakarta yakni Citayam Fashion Week yang memamerkan busana anak muda masa kini, maka Karnaval Tenun Pringgasela tentu memiliki daya tarik yang berbeda mengingat bahan dasar pakaian yang digunakan yakni kain tenun khas desa tersebut yang sangat indah dengan berbagai motifnya.
Ketua Panitia Alunan Budaya VI Desa Pringgasela, Bayu Darma Andika mengatakan karnaval kali ini mengangkat tema tenun.
Peserta harus berjalan di catwalk yang merupakan jalanan desa setempat dan red carpet sebagai lokasi utama acara yang terletak di Tugu Monumen Perjuangan Rakyat (Mopra) Pringgasela.
Dikatakan Bayu sapaan akrabnya, Karnaval Tenun Pringgasela dihajatkan sebagai solusi supaya budaya menenun di Pringgasela tetap lestari meskipun telah berganti generasi. Dirinya khawatir budaya tenun semakin hari semakin terkikis. Untuk itu pemuda berinisiatif untuk mempertahankan budaya menenun.
“Melalui budaya ini, adanya generasi muda yang mau belajar menenun sebagai cara untuk mempertahankan kearifan lokal. Kami khawatir budaya menenun terkikis," kata Bayu.
Panitia menetapkan aturan, karnaval tenun tersebut, para peserta harus merancang busana yang unik dengan berbahan tenun minimal 30 persen. Hal tersebut tak ayal membuat para peserta yang tidak hanya berasal dari kecamatan Pringgasela tertarik untuk mengikuti acara tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi yang menyaksikan secara langsung acara Karnaval Tenun Pringgasela berharap, event alunan budaya ini menjadi kalender wisata resmi di Kabupaten Lombok Timur. Dengan demikian peserta akan lebih banyak dan tentunya para UMKM bisa menjajakan produk andalannya.
"Kami inginkan alunan budaya ini mempunyai dampak yang luas,” harapnya.
Rumaksi menginginkan gaung karnaval tenun dikenal hingga ke luar pulau Lombok bahkan ke mancanegara. Salah satunya para penenun dapat membuka stand dan menampilkan kepada pengunjung tata cara menenun dan hasil tenun yang mempesona.
“Kita punya banyak potensi yang dapat mengundang wisatawan lokal ataupun mancanegara,” katanya.
Kedepan, Rumaksi menginginkan alunan budaya dapat digelar tiap tahun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3123 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun