Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Perselisihan Gus Samsudin dan Pesulap Merah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perselisihan pengasuh padepokan Nur Dzat Sejati Gus Samsudin dengan Youtuber muda Marchel Radival alias Pesulap Merah berbuntut panjang. Warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mendesak padepokan yang ada di wilayahnya itu untuk ditutup.
“Jadi kenapa warga sampai menghendaki penutupan padepokan Gus Samsudin karena kegaduhan ini ternyata telah menyeret nama desa kami. Desa Rejowinangun di-bully warganet di media sosial karena padepokan itu berada di desa kami,” ujar Kepala Desa Rejowinangun Bhagas Wigasto, saat dikonfirmasi, Senin (1/8/2022).
Selain itu, kata Bhagas, warga juga mulai meragukan praktik pengobatan Gus Samsudin. Pasalnya, sejumlah warga mendapatkan sejumlah kesaksian pasien yang kecewa dengan praktik pengobatan Gus Samsudin.
Namun demikian, menurut Bhagas, Gus Samsudin sendiri menolak penutupan permanen padepokannya. Hal itu diungkapkan Gus Samsudin saat mediasi yang difasilitasi Polres Blitar.
"Gus Samsudin tidak bersedia jika penutupan padepokan permanen," kata Bhagas.
Aplikasi pelayanan warga diretas
Bhagas sendiri menjelaskan, pasca-perseteruan Gus Samsuddin dan Pesulap Merah berimbas pada aplikasi pelayanan warga. Sejumlah aplikasi diduga diretas oknum tertentu dan hal itu selama empat hari. Hal itu, kata Bhagas, merugikan masyarakat.
“Kami ini kan sudah desa digital. Pelayanan publik sudah berbasis internet. Aplikasi pelayanan kependudukan di-hack, data base diacak-acak,” ujarnya. Namun demikian, aplikasi pelayanan kependudukan akhirnya bisa dapat diakses lagi pada Senin siang. Tak hanya itu, hacker juga sempat meretas situs UMKM Desa Rejowinangun. “Di portal itu muncul tulisan ‘Rejowinangun Berhati Anarkis’,” ujarnya.
Pengamanan kepolisian Sementara itu, pasca-penutupan sementara Padepokan Nur Dzat Sejati, ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk menjaga keamanan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Iptu Udiyono mengatakan, penjagaan dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan anarkis.
“Polres Blitar sudah mengirimkan satu peleton anggota untuk berjaga di padepokan. Penjagaan ini akan dilakukan sampai terjadinya mediasi lebih lanjut yang sedang diupayakan Bapak Kapolres Blitar,” kata Udioyono.
Tanggapan kuasa hukum Gus Samsuddin
Pengacara Gus Samsudin, Priarno, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil mediasi. Dirinya menolak untuk memberikan keterangan detail soal perseteruan kliennya dengan Pesulap Merah yang berujung penutupan sementara Padepokan Nur Dzat Sejati.
“Mohon maaf untuk saat ini kami no comment dulu ya. Pada saatnya nanti kami akan sampaikan pernyataan,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu beredar video di media sosial sata Pesulap Merah mendatangi padepokan milik Gus Samsudin. Saat itu Pesulap Merah mengutarakan ingin membuktikan klaim Gus Samsudin terkait kemampuan untuk mengobati penyakit.
Dalam video itu sempat terjadi ketegangan dan akhirnya dilerai oleh warga setempat dan pamong desa. Setelah perseteruan itu, warga Desa Rejowinangun mengaku terkena dampaknya dan akhirnya meminta penutupan Padepokan Nur Dzat Sejati.
“Jadi itulah salah satu alasan kenapa warga menggeruduk padepokan Gus Udin dan meminta padepokan ditutup,” pungkas Bhagas.(sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7941 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5638 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3542 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan