Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Pelosi Tinggalkan Taiwan Usai Telanjur Bikin China Murka
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nancy Pelosi meninggalkan Taiwan setelah lawatannya di Taipei bikin China murka, Selasa (2/8) waktu setempat. Kunjungan Pelosi untuk menegaskan solidaritas Amerika Serikat mendukung kedaulatan Taiwan sebagai negara.
Baca juga:
3 Orang Tewas Akibat Penikaman di TK China
Total dua hari Pelosi melakukan lawatan di Taiwan. Ia bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing Wen pada Rabu (3/8) pagi waktu setempat.
Kunjungan itu menandai momen 25 tahun Ketua DPR AS ke Taiwan sekaligus memantik kemarahan China. Sesaat sebelum lepas landas dari Bandara di Taipei pada Rabu (3/8) sore waktu setempat Pelosi mengunggah pernyataan di Twitter.
"[AS] menegaskan kembali dukungan solid kami untuk demokrasi Taiwan," tulis Pelosi dalam akun Twitter-nya.
Pelosi juga sebelumnya menyatakan AS tak akan meninggalkan Taiwan di tengah upaya China merebut kembali wilayah itu.
"Hari ini delegasi kami datang ke Taiwan untuk memperjelas bahwa kami tak akan meninggalkan komitmen kami terhadap Taiwan," kata Pelosi usai bertemu dengan Presiden Tsai Ing Wen.
Ia kemudian berujar, "Kami bangga dengan persahabatan kami yang langgeng."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 837 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 755 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 683 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 355 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun