Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Terlihat Sinar Api
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Anak Krakatau (GAK) menunjukkan peningkatan aktivitas dalam beberapa hari terakhir. Dari 9 kali erupsi yang terjadi sejak 2 Agustus 2022, ketinggian abu vulkanik mencapai 1.500 meter dari atas puncak.
Erupsi terbaru terjadi sekitar pukul 09.26 WIB, Kamis (4/8). Dalam laporan petugas pos Pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, ketinggian abu vulkanik sekitar 1.500 meter.
Kolom abu tebal berwarna kelabu hingga hitam mengarah ke Utara. Erupsi itu memiliki kekuatan amplitudo maksimum 60 mm, berdurasi 52 detik dan tidak terdengar suara dentuman.
Kemarin gunung berapi di perairan Selat Sunda itu meletus sebanyak 3 kali. Erupsi pertama terjadi pukul 15.40 WIB dengan ketinggian 700 meter. Kolom abu berwarna kelabu, dengan intensitas tebal ke arah Barat Daya.
Saat erupsi lanjutan, terlihat Gunung Anak Krakatau mengeluarkan api dan berlangsung selama 52 detik.
Kemudian sepanjang Selasa 2 Agustus, Gunung Anak Krakatau erupsi sebanyak 5 kali. Salah satu erupsi terpantau sinar api dari puncak gunung tersebut.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga, dengan rekomendasi tidak mendekati badan gunung dalam radius 5 kilometer.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 854 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 782 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 768 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun