Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Bali Mulai Masuki Musim Kemarau, Masih Berpotensi Hujan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dalam 2 hari kedepan, kondisi cuaca di Bali diperkirakan secara umum cerah berawan, namun masih terdapat potensi hujan terutama di Bali bagian timur dan selatan.
Kondisi cuaca ini disebabkan karena, sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki musim kemarau.
Baca juga:
Cuaca Buruk, Nelayan Selerek Stop Melaut
"Kondisi ini masih dalam kategori normal karena untuk Agustus di wilayah Bali biasanya sudah memasuki musim kemarau," ungkap Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Putu Agus Dedy Permana, Kamis (4/8) di Badung.
Dikatakan pada di bulan Agustus memang curah hujan lebih sedikit karena sebagian besar wilayah Bali telah memasuki musim kemarau. Tetapi, lanjutnya, potensi hujan masih mungkin terjadi.
Baca juga:
Cuaca Buruk, Nelayan Masih Takut Melaut
"Kondisi peningkatan kecepatan angin masih mungkin terjadi dalam 2 hari ke depan," katanya.
Dirinya tetap mengimbau agar masyarakat umum, nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari mewaspadai potensi angin kencang serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan utara dan selatan Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1981 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1837 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1744 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun