Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kontingen Indonesia dipastikan menjadi juara umum ASEAN Para Games 2022 setelah seluruh rangkaian pertandingan dari 14 cabang olahraga rampung dipertandingkan pada Jumat (5/8/2022).
Berdasarkan laman resmi APG 2022, Sabtu (6/8/2022) pukul 07.35 WIB, skuad Merah Putih mengoleksi 171 emas, 138 perak, dan 110 perunggu. Namun, hasil resmi dari penyelenggara sejauh ini belum diumumkan.
Dari torehan tersebut, Indonesia berada jauh di atas pesaing terdekat Thailand yang menempati posisi kedua dengan 113 emas, 113 perak, 86 perunggu.
Hasil itu sekaligus membuat Indonesia sukses mematahkan kutukan dalam lima edisi terakhir ASEAN Para Games di mana tuan rumah selalu gagal meraih predikat juara umum.
Sebelum Indonesia, negara terakhir yang mampu keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games dengan status tuan rumah adalah Thailand, pada 2008 silam. Sedangkan pada edisi 2009 di Malaysia dan 2011 di Indonesia, juara umum adalah Thailand.
Pada edisi berikutnya di Myanmar pada 2014, giliran Indonesia menjadi juara umum. Lalu pada 2015 di Singapura, Thailand kembali menjadi yang terbaik.
Dalam ASEAN Para Games di Malaysia pada 2017, Indonesia menjadi peraih medali terbanyak, demikian Antara.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 976 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 888 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 807 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 508 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 405 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun