Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Kereta Api Tabrak Mobil, 4 Orang Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setidaknya empat orang tewas setelah satu mobil tertabrak kereta api Argo Cheribon di Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (6/8).
"Informasi ada empat orang yang dinyatakan meninggal dunia, setelah mobil temper [tertabrak] KA Argo Cheribon,"ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 3 Cirebon, Suprapto.
Suprapto kemudian mengatakan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan dari masinis kereta.
Menurutnya, kecelakaan itu berlokasi di perlintasan tanpa palang pintu di Km 202+1, petak jalan antara Stasiun Waruduwur menuju Stasiun Babakan, Cirebon.
Mobil yang tertabrak merupakan Xpander dengan nomor polisi G 1197 MG. Mobil itu hangus terbakar setelah terseret beberapa meter dari lokasi kejadian.
"Kami sudah melakukan evakuasi korban, tapi untuk data belum didapatkan," ucap Suprapto.
Akibat insiden ini, beberapa kereta mengalami keterlambatan. Ia pun meminta warga agar berhati-hati ketika akan melintasi jalur rel kereta api.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, agar tengok kiri ke kanan ketika akan melintas di perlintasan sebidang, guna meyakinkan di kedua arah tidak ada KA yang melintas," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1027 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 815 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 523 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun