Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Biang Kerok Pasangan di Korut Ramai-Ramai Cerai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Korea Utara berbondong-bondong mengajukan cerai karena terus mengalami cekcok kala krisis melanda negara itu. Namun, proses perceraian yang diajukan memerlukan waktu lama.
Baca juga:
AS Bakal Bela Filipina Kalau Diserang China
Seorang warga anonim di daerah Kyongsong, Korut, bercerita bahwa semakin banyak warga yang mengantre di pengadilan untuk mengurus surat perceraian.
"Belakangan ini, cekcok keluarga makin parah karena alasan ekonomi dan jumlah keluarga yang mau cerai meningkat, tapi pihak berwenang memerintahkan pengadilan tak menerima perceraian itu dengan mudah," ujarnya kepada Radio Free Asia.
Warga itu juga berkata, "Ketika saya lewat beberapa kali di depan pengadilan, saya selalu melihat puluhan pasangan muda berkumpul di depan gerbang utama. Mereka biasanya pasangan yang ingin bertemu hakim atau pengacara untuk mengajukan perceraian."
Menurut sumber itu, antrean dokumen perceraian terjadi karena pemerintah menilai tindakan tersebut sebagai sikap 'anti-sosialis.'
"Perceraian secara tradisional dianggap sebagai tindakan anti-sosialis yang memicu kekacauan sosial. Di Korut, mereka dipaksa hidup berdasarkan 'gaya hidup sosialis' yang termasuk 'revolusi rumah,'" katanya.
Tak hanya itu, beberapa pasangan telah mengajukan perceraian sejak tiga hingga empat tahun lalu. Namun, proses itu tak kunjung diresmikan.
Meski begitu, proses perceraian ini bisa dilakukan dengan cepat jika warga memberikan 'uang pelicin.'
Sumber kedua, yang tinggal Unhung, Korut, menuturkan bahwa semakin banyak orang rela memberikan uang agar proses cerai mereka cepat diurus.
"Karena begitu banyak orang yang ingin bercerai, tak mungkin melewati tahap pertama pengajuan dokumen tanpa menyuap pengadilan," kata warga Unhung itu.
"Kenyataannya adalah jika kalian tak membayar suap, kalian tak akan pernah bercerai bahkan setelah menunggu tiga hingga lima tahun," lanjutnya.
Sumber kedua menuturkan temannya harus memberikan dana yang cukup besar agar perceraiannya diproses dengan cepat.
"Teman saya yang cerai tahun ini, memberikan 500 yuan [Rp1,1 juta] untuk mengajukan gugatan, lalu menyogok hakim sidang dengan 1.500 yuan [Rp3,3 juta]. Proses sidang dipermudah, dan persidangan secepat kilat. Dia bisa bercerai dalam dua pekan," tuturnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7482 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5622 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3524 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2382 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan