Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Wagub Bali Tegur Senator Australia Soal Kotoran Sapi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati turut menanggapi pernyataan kontroversial senator Australia Pauline Hanson yang viral. Dalam video yang viral, Hanson menyebut kotoran sapi bertebaran di Bali.
Cok Ace, sapaan Wagub Bali, menegaskan bahwa para petani dan peternak di Bali tidak memelihara sapi dengan cara diliarkan. Ia menyebut pernyataan Hanson sebagai sesuatu yang berlebihan.
"Pernyataan sapi berkeliaran itu terlalu tendensius dan berlebihan. Kita dan orang Australia bisa melihat sendiri, tidak ada itu (sapi berkeliaran)," kata Cok Ace usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (8/8/2022).
Cok Ace melanjutkan, di Bali memang tidak menganut cara-cara memelihara sapi dengan cara diliarkan, melainkan dikandangkan. Ia juga menerangkan bahwa kotoran sapi masih dibutuhkan bagi pupuk.
Baca juga:
Profil Senator Australia yang Menghina Bali
"Sapi dikandangkan, kita membutuhkan kotorannya untuk pupuk dan sebagainya. Jadi, kita tidak menganut untuk meliarkan sapi-sapi kita," ucap pria yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.
Karena itu, Cok Ace menilai apa yang disampaikan senator Australia tersebut tidak tepat dan tidak menggambarkan Bali.
"Wisatawan yang sudah datang langsung ke Bali tanggapannya juga berbeda. Mereka mengatakan Bali tidak seperti itu (yang dituduhkan senator Australia-red)," tegas Cok Acek.
Terkait dengan tuduhan dari senator Australia tersebut, Cok Ace meyakini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan dari Negeri Kanguru untuk berkunjung ke Bali.
Ia mengatakan sebelumnya ada travel warning (peringatan perjalanan) dan travel ban (larangan perjalanan), namum itu juga tidak mempengaruhi minat wisatawan Australia untuk datang ke Bali.
Terakhir, Cok Ace menegur Hanson untuk tidak menebar fitnah, terlebih dengan negara tetangganya sendiri.
"Janganlah seperti fitnah begitu, tidak elok, tidak bagus bertetangga seperti itu," ujar penglingsir (tokoh) Puri Ubud, Gianyar itu.
Cok Ace menyampaikan hingga 24 Juli 2022, tercatat di Bali sudah tidak ada kasus baru penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dan saat ini sedang digencarkan kegiatan vaksinasi PMK.
Sebelumnya pernyataan senator Australia Pauline Hanson soal Bali viral di media sosial setelah menyebut banyak kotoran sapi di Bali. Hanson juga mengungkapkan kekhawatirannya soal warga negara Australia bisa menularkan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah datang dari Bali. [ANTARA]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2110 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1246 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 902 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 826 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 647 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun