Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
4 Fakta Pesulap Merah Bongkar Trik Pawang Hujan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pesulap Merah kembali jadi perbincangan karena menguliti rahasia orang-orang yang mengaku sebagai pawang hujan. Sebelumnya, Pesulap Merah sudah jadi viral karena membongkar trik perdukunanan Gus Samsudin.
Lalu bagaimana penjelasan pesulap merah membongkar trik pawang hujan? Yuk simak penjelasan tentang fakta Pesulap Merah bongkar trik pawang hujan berikut ini.
1. Peluang Keberhasilan Pawang Hujan 50-50
Dalam podcast Arie Untung, Pesulap Merah mengatakan bahwa sebenarnya profesi pawang hujan tidak ada kaitannya dengan dunia gaib atau kekuatan mistis. Ia mengatakan untuk menjadi pawang hujan di zaman sekarang sangatlah mudah karena cukup hanya mengandalkan teknologi.
"Pawang hujan itu kan sebenarnya 50:50 kan. 50 persen berhasil, 50 persen gagal. Sebenernya untuk jadi pawang hujan di zaman sekarang gampang. Sekarang Bang Arie nih, tanggal berapa butuh penghujan? Tanggal 10 nih. 'Oh iya bentar ya, saya cek jadwal dulu'," ungkap Pesulap Merah.
"Sebenernya nggak ngecek jadwal. Buka Google, ramalan cuaca tanggal 10. Kalau hujan bilang aja 'Oh saya sudah ada jadwal'. Kalo nggak hujan, berarti ada kesempatan nggak hujan," sambung Pesulap Merah.
2. Cari Alasan Jika Gagal
Apabila gagal, pawang hujan bisa mencari alasan yang tepat. "Walaupun ada kemungkinan gagal juga kan perkiraan cuaca. Oke deal tanggal 10, tinggal siapkan alasan-alasan ketika gagal doang," lanjut Pesulap Merah.
Fenomena pawang hujan di Indonesia belakangan ini memang cukup marak, terlebih sejak kemunculan sosok Rara Isti Wulandari atau biasa disapa Mbak Rara. Aksinya mengendalikan cuaca ketika ajang MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu sukses menyedot perhatian publik bahkan media asing.
3. Warganet Mengaitkan dengan Mbak Rara
Awalnya Mbak Rara menolak berkomentar banyak usai Pesulap Merah membongkar trik pawang hujan. Pasalnya Pesulap Merah memang tidak menyebut namanya secara langsung, melainkan warganet yang mengaitkan.
"Aku hanya menjawab Oh saja. Ya karena aku belum liat lengkap video konten tentang ini itu si Haris Setianto yang bahas pawang hujan itu. Dia cuma sebut pawang hujan aku belum croscek ada sebut nama aku apa tidaknya. Ya kan," tulis Mbak Rara melalui akun Instagram @rara_cahayatarotindigo.
4. Mbak Rara Ingatkan Karma
Mbak Rara menilai tiap orang bebas berpendapat termasuk profesi pawang hujan yang digelutinya. Hanya saja, Mbak Rara meyakini ada karma untuk orang-orang yang suka berkata nyinyir. Ia mencontohkan Roy Suryo yamg kini ditahan polisi.
"Terbukti kan kita se-Indonesia melihat kenyataannya Pak Roy yang nyinyirin pawang hujan sekarang tidak damai lagi jadi tersangka efek karma buruknya sendiri menghina umat Buddha dengan meme stupa Mirip pak Jokowi," kata Mbak Rara.
Selain itu, Mbak Rara menyentil Pesulap Merah agar lebih aktif mengecek berita kesuksesan acara yang ditanganinya. Beda dengan Pesulap Merah yang menyebut peluang pawang hujan adalah 50:50, Mbak Rara yakin kegagalannya hanya 10 persen.
"Aku sering bilang bisa saat jadi pawang hujan bisa saja jitu cerah banget bisa saja gagal hanya kegagalan 10 persen 90 persen sukses," pungkas Mbak Rara.
Itulah fakta Pesulap Merah bongkar trik pawang hujan hingga Mbak Rara mengingatkan soal karma.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2923 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1285 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 911 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 660 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun