Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ratusan Akta Kematian Menunggu Realisasi Anggaran
Program Atma Kerti
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Program Atma Kerti Pemkab Karangasem melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat.
Terbukti, semenjak program tersebut diluncurkan, keinginan warga Karangasem untuk mengurus akta kematian terhadap anggota keluarga yang telah meninggal dunia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Sayangnya, program yang mendapat respons luar biasa tersebut tidak didukung oleh anggaran yang memadai, per tanggal 27 April 2022 lalu, anggaran dana untuk program tersebut telah habis, akibatnya ratusan permohonan yang telah diurus oleh pemohon menumpuk karena belum bisa terealisasikan.
"Anggarannya habis, kita masih menunggu di perubahan, sampai hari ini ada sebanyak 397 permohonan yang menunggu direalisasikan, sementara yang sudah terealisasi sebanyak 600 permohonan, itu berarti jumlah anggaran sebanyak Rp.600 juta sudah habis," ungkap Kadisdukcapil Karangasem, I Made Kusuma Negara dikonfirmasi, Selasa (9/8/2022) via sambungan telepon.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, untuk besaran penghargaan, setiap warga yang langsung mengurus akte kematian anggota keluarganya yang meninggal dunia maka akan mendapat penghargaan sebesar Rp.1 juta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3230 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1298 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 670 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun