Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Kenang Didon Kajeng melalui "Mewarna Gelap"
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam Rangka mengenang setahun berpulangnya Didon Kajeng, Yayasan Telaga Teratai Indonesia yang diketuai oleh I Made Jerry Juliawan, akan mengadakan acara pameran lukisan dan rangkaian kegiatan lainnya yang bertajuk “Mewarna Gelap”.
Pembukaan acara akan diadakan pada tanggal 10 Agustus 2022, pukul 19.00 WITA dan pameran akan berlangsung hingga 27 Agustus 2022, di Dalam Rumah Art Station, Jalan Gatot Subroto IV No. 5, Denpasar – Bali (utara RS Puri Bunda).
Didon Kajeng merupakan founder Yayasan Telaga Teratai Indonesia yang semasa hidupnya senantiasa menyuarakan bahwa seorang penyandang disabilitas netra tetap mampu berprestasi dan mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.
Didon aktif dalam kegiatan teater, menulis, melukis dan merupakan seorang floral designer yang mengutamakan penggunaan bunga dan buah lokal. Didon telah menerbitkan buku yang berisikan rangkaian bunga karyanya yang berjudul “Bali Bloom”.
Adapun Yayasan Telaga Teratai Indonesia merupakan yayasan tempat berkreasi rekan-rekan yang mengalami disabilitas netra. Kegiatan yang mereka laksanakan di komunitas tersebut diantaranya merangkai bunga, berteater dan melukis, dengan dibimbing oleh praktisi di masing-masing bidang tersebut.
Acara “Mewarna Gelap” ini diadakan mengenang setahun berpulangnya Didon Kajeng juga untuk memperkenalkan karya lukis rekan-rekan komunitas pada kalangan masyarakat umum, menjadi ajang berkumpul antar teman-teman disabilitas bersama masyarakat non-disabilitas, serta sebagai wadah mengapresiasi hasil karya yang dipamerkan. Sehingga bersama-sama bisa merayakan gelap dengan penuh warna.
Terdapat beberapa rangkaian acara yang akan berlangsung. Pertama yaitu Pameran Lukisan, dari tanggal 10 sampai dengan 27 Agustus 2022. Memamerkan lukisan karya Didon Kajeng dan dua anggota Yayasan Telaga Teratai Indonesia yaitu I Wayan Mudrayana (Mudra) dan I Putu Yogantara (Yoga).
Mudra dan Yoga sama-sama mengalami kebutaan sejak usia remaja. Karya lukis Mudra cenderung pada bentuk-bentuk seperti barong ataupun rangda, yang sangat terkait dengan kemampuan memahat yang pernah dilakoni. Sedangkan Yoga cenderung melukis wajah-wajah dalam berbagai ekspresi.
Adapun Didon, mengusung karya yang terkait erat dengan profesinya sebagai floral designer pada masa-sama akhir sebelum berpulang, yaitu bunga dan buah.
Acara kedua yaitu Papier Mache Workshop, kegiatan untuk membuat berbagai bentuk karya seni dengan menggunakan bahan dasar bubur kertas, untuk selanjutnya akan diwarnai atau dilukis bersama. Acara akan diadakan pada tanggal 20 Agustus 2022 dan terbuka untuk umum dan akan dipandu oleh Adi Kurniawan dan Diarya Raditya, alumni ISI Denpasar dan saat ini masing-masing aktif berkarya di bidang seni desain serta seni patung.
Rangkaian kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan music performance oleh band Nirkala pada tanggal 20 Agustus 2022, dan Band Arusaji serta Dj-MyHand pada saat penutupan yaitu tanggal 27 Agustus 2022.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun