Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Virus Baru Langya Ditemukan di China, Taiwan Pantau Ketat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak 35 orang dilaporkan terinfeksi virus Langya di China. Temuan ini membuat pemerintah Taiwan memantau ketat persebaran virus tersebut.
Laporan terkait infeksi virus Langya terungkap dalam studi berjudul "A Zoonotic Henipavirus in Febrile Patients in China" yang dirilis pada Kamis (4/8). Dalam studi ini, henipavirus baru yang berhubungan dengan penyakit penyebab demam pada manusia teridentifikasi di China.
Baca juga:
Korut Cap AS Gembong Nuklir Dunia
Sebagaimana dilansir The Taipei Times, studi tersebut mengidentifikasi 35 pasien dengan infeksi akut virus Langya di Provinsi Shandong dan Henan. Sebanyak 26 pasien hanya terinfeksi virus Langya, tanpa patogen lain.
Para pasien mengalami sejumlah gejala, yakni demam, kelelahan, batuk-batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala, dan muntah-muntah.
Tak hanya itu, mereka mengalami penurunan sel darah putih, jumlah trombosit rendah, gagal hati, dan gagal ginjal. Meski begitu, masih belum jelas apakah virus Langya dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Melihat kemunculan virus ini, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan menuturkan pihaknya memantau ketat perkembangan virus tersebut, dikutip dari Focus Taiwan.
Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan, Chuang Jen Hsiang, menuturkan bahwa badan itu bakal segera menerapkan standar prosedur sekuensi genom untuk laboratorium domestik pulau itu. Pihak CDC juga bakal memperkuat pemantauan.
Sebagaimana diberitakan Newsweek, virus Langya termasuk dalam keluarga henipavirus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi kelompok virus tersebut dalam kelompok keamanan biologis Level 4, pun memiliki tingkat kematian berkisar 40 sampai 75 persen.
Sejauh ini, dunia belum memiliki vaksin untuk infeksi akibat henipavirus. Perawatan yang dapat diberikan oleh dokter dan profesional medis adalah perawatan suportif untuk berbagai gejala.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun