Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
3 Perbedaan Korea Utara dan Korea Selatan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Utara dan Korea Selatan telah terpisah selama lebih dari 70 tahun. Perpisahan ini disebabkan karena Semenanjung Korea menjadi korban Perang Dingin antara dua kekuatan dunia, yakni Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Sebagaimana diberitakan History, Korut dan Korsel merupakan satu wilayah yang dipimpin oleh beberapa kerajaan. Semenanjung Korea sempat dikuasai oleh Jepang selama 35 tahun. Namun, ketika Jepang menyerahkan diri ke sekutu pada 1945, Semenanjung Korea terbagi menjadi dua zona, yakni yang dikuasai AS dan Uni Soviet.
1. Ideologi Politik
The Conversation melaporkan kala tensi yang terjadi di antara Moskow dan Washington, pada 1948, pemerintah berbeda dibangun di Pyongyang dan Seoul. Pemerintahan Korea Utara dipimpin oleh Kim Il Sung, sementara Korea Selatan dipimpin oleh Syngman Rhee.
Kim Il Sung sempat menginvasi Korsel pada 1950 untuk melakukan unifikasi Semenanjung Korea. Namun, upaya itu gagal.
Korsel dan Korut terseret Perang Korea, yang berhenti kala kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 1953. Meski begitu, secara teknis, kedua negara tersebut masih berperang hingga saat ini.
Melihat kedua penguasa Semenanjung Korea sebelumnya yang memiliki nilai politik berbeda, yakni AS yang menganut demokrasi, sementara Uni Soviet menganut paham komunis, aliran tersebut lah yang diwariskan ke Korsel dan Korut. Korsel menganut paham demokrasi dan liberal, sementara Korut menganut paham komunis.
2. Isu Hak Asasi Manusia dan Demokrasi
Selain dari sisi politik, Korsel dan Korut memiliki perbedaan dalam penerapan hak asasi manusia dan kebebasan pribadi. DW memberitakan bahwa Korut dianggap sebagai negara yang menganut Stalinisme, pun dituduh memenjarakan ratusan ribu orang, termasuk anak-anak, di kamp penjara politik dan fasilitas detensi lain.
Baca juga:
Korut Cap AS Gembong Nuklir Dunia
Korut juga memiliki nilai terendah dalam kebebasan pers dan akuntabilitas pemerintah. Sebagaimana dilansir Britannica, Stalinisme merupakan kebijakan yang dibuat oleh Joseph Stalin dari Partai Komunis Soviet. Nilai tersebut berasosiasi dengan rezim yang penuh teror dan pemerintahan totaliter.
Sementara itu, Korsel tumbuh menjadi negara dengan paham kapitalisme dan demokrasi konstitusional. Pejabat di Korsel juga lebih sedikit melakukan korupsi ketimbang Korut.
Meski begitu, Korsel masih memiliki tahanan politik.
3. Populasi Korut dan Korsel
Dari segi populasi, Korsel memiliki populasi hampir dua kali lebih besar daripada Korut. Korsel sendiri memiliki lebih dari 51 juta populasi, sementara Korut memiliki lebih dari 25 juta populasi.
Dari segi rata-rata ukuran badan, warga Korut memiliki ukuran tubuh lebih kecil daripada Korsel. Dari segi agama, Korut menganut paham ateis, mengingat negara itu memandang dunia secara komunis. Sementara itu, kebanyakan warga Korsel menganut agama Kristen Protestan dan Katolik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun