Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Trump Ogah Bicara Saat 6 Jam Diperiksa Jaksa Agung
BERITABALI.COM, DUNIA.
Eks Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak menjawab pertanyaan saat diinterogasi Jaksa Agung New York soal dugaan penipuan yang dilakukan kerajaan bisnisnya, Trump Organization, Rabu (10/8).
Trump mengatakan "tak memiliki pilihan" selain meminta amandemen kelima atau fifth amendement, hak istimewa individu untuk tetap tutup mulut demi melindungi diri dari tuntutan saat sedang diinterogasi.
Trump pun terus bungkam selama enam jam diinterogasi di bawah sumpah oleh Jaksa Agung New York. Melalui sebuah pernyataan, Trump mengatakan dia menolak menjawab pertanyaan di bawah hak istimewa yang diberikan kepada setiap warga negara AS di bawah konstitusi negara.
"Ketika keluarga Anda, perusahaan Anda, dan semua orang di sekeliling Anda telah menjadi target pencemaran nama baik yang tidak berdasar dan bermotivasi politik didukung oleh pengacara, jaksa, dan media fake news, Anda tidak punya pilihan," kata Trump seperti dikutip AFP.
"Saya pernah bertanya, 'jika Anda tidak bersalah, mengapa Anda mengambil Amandemen Kelima?' Sekarang saya tahu jawaban dari pertanyaan itu," lanjutnya.
Jaksa Agung New York, Letitia James, tengah melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan dan penipuan yang dilakukan Trump Organization. Perusahaan Trump itu dicurigai melebih-lebihkan nilai properti dan real estate ketika mengajukan pinjaman ke bank.
Di saat bersamaan, Trump Organization juga disebut merendahkan harga properti perusahaan agar dapat membayar pajak lebih murah. Trump dan keluarganya berkeras membantah seluruh tuduhan James.
Mantan pemimpin Partai Republik itu menuduh penyelidikan ini bermotif politik. Jika James, seorang anggota Partai Demokrat keturunan Afrika-Amerika, menemukan bukti pelanggaran keuangan dalam Trump Organization, dia dapat menuntut Trump untuk ganti rugi tetapi tidak dapat mengajukan tuntutan pidana, karena ini adalah penyelidikan perdata.
Putra Trump, Eric, mengecam James dalam sebuah kicauan di Twitter pada Rabu. Ia mengatakan ayahnya sedang duduk "untuk deposisi di depan Jaksa Agung paling korup di Amerika Serikat."
Donald Trump juga mengunggah klip video James menyerang Trump secara verbal, menyebutnya sebagai "presiden tidak sah" dan bersumpah akan menuntut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3349 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 917 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 676 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun