Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Iran Punya Satelit Pegintai Baru, Bisa Bikin Israel-AS Waswas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satelit baru Iran yang baru diluncurkan beberapa hari lalu diklaim mampu membawa ancaman baru bagi Israel dan Amerika Serikat. Ini disebabkan karena satelit itu memiliki kemampuan memantau situs sensitif di suatu negara, pun mengambil gambar objek di darat dengan resolusi tinggi.
"Sejauh menyangkut Iran, ini merupakan perkembangan yang dramatis. Untuk pertama kalinya seorang warga Iran memiliki dan mengoperasikan satelit dengan gambar beresolusi tinggi, jauh lebih baik dari yang mereka miliki sekarang," ujar seorang peneliti senior di Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal, Tal Inbar, kepada The New York Times, dikutip dari Times of Israel.
Inbar juga menuturkan bahwa kemampuan penggambaran satelit itu bakal membawa tantangan signifikan ke Israel.
"Mulai sekarang, Iran akan bisa mendapatkan informasi intelijen yang jauh lebih akurat terkait operasi militer pasukannya, pun organisasi yang mereka dukung," katanya.
"Ini menjadi penting karena mengurangi kesenjangan teknologi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat," kata Inbar lagi.
Sebagaimana diberitakan AFP, satelit Iran diluncurkan oleh Rusia dari Kazakhstan pada Selasa (9/8). Satelit itu disebut sebagai Khayyam, diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket Soyuz-2.1b.
AS menuduh kerja sama antara Rusia dan Iran dalam peluncuran satelit ini merupakan ancaman yang berbahaya.
"Kami menemukan laporan bahwa Rusia meluncurkan sebuah satelit dengan kemampuan pengawasan signifikan untuk kepentingan Iran," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.
Namun, kepala Badan Luar Angkasa Iran, Hassan Salarieh, mengatakan bahwa tuduhan pengawasan itu sangat 'kekanakan.'
"Terkadang, beberapa komentar dimaksudkan untuk meningkatkan tensi, mengklaim bahwa kami ingin memata-matai dengan satelit Khayyam, itu pada dasarnya kekanak-kanakan," kata Salarieh.
Ia lalu berkata, "Satelit Khayyam seluruhnya didesain dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan negara di tengah krisis dan manajemen kota, sumber daya alam, pertambangan, agrikultur, dan sebagainya."
Sebelum peluncuran, muncul kabar kemungkinan Rusia bakal meminjam satelit Iran untuk meningkatkan pengawasan mereka akan target militer di Ukraina.
Pekan lalu, The Washington Post melaporkan bahwa Rusia berencana menggunakan satelit itu selama beberapa bulan untuk membantu perang di Ukraina, sebelum menyerahkan kendalinya ke Iran. Kabar ini disampaikan oleh sejumlah pejabat intelijen Barat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3368 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 678 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun