Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Benarkah Instagram Bakal Melacak Aktivitas Web Pengguna?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Analisis baru Instagram menunjukkan bahwa setiap kali pengguna mengklik tautan di dalam aplikasi, Instagram mampu memantau semua interaksi mereka.
Mulai dari pilihan teks, bahkan input teks, seperti kata sandi dan detail kartu kredit pribadi dalam situs web di dalamnya. aplikasi.
Analisis yang dilakukan oleh Felix Krause menemukan bahwa Instagram dan Facebook di iOS menggunakan browser dalam aplikasi mereka sendiri, bukan yang ditawarkan oleh Apple untuk aplikasi pihak ketiga.
Sebagian besar aplikasi menggunakan Safari Apple untuk memuat situs web, tetapi Instagram dan Facebook telah menggunakan browser dalam aplikasi mereka sendiri untuk memuat situs web di dalam aplikasi.
Dengan browser yang dibuat khusus, masih berbasis WebKit, Instagram dan Facebook menyuntikkan kode JavaScript pelacakan bernama "Meta Pixel" ke semua tautan dan situs web yang ditampilkan.
Baca juga:
Instagram Sediakan Fitur NFT di Indonesia
Dengan kode itu, Krause menemukan, Meta memiliki kebebasan total untuk melacak interaksi pengguna tanpa persetujuan eksplisit mereka.
Ini memungkinkan Instagram untuk memantau semua yang terjadi di situs web eksternal tanpa persetujuan dari pengguna, atau penyedia situs web.
Aplikasi Instagram menyuntikkan kode pelacakan mereka ke setiap situs web yang ditampilkan, termasuk saat mengklik iklan, memungkinkan mereka memantau semua interaksi pengguna.
Seperti setiap tombol dan tautan yang diketuk, pilihan teks, tangkapan layar, serta input formulir apa pun, seperti kata sandi, alamat, dan nomor kartu kredit.
Dibutuhkan upaya yang wajar bagi perusahaan seperti Meta untuk mengembangkan dan memelihara browser dalam aplikasi mereka sendiri, daripada menggunakan Safari bawaan Apple.
Di portal pengembangnya, Meta mengklaim "Meta Pixel" dirancang untuk "melacak aktivitas pengunjung di situs web Anda" dengan memantau semua peristiwa yang dilakukan pengguna dalam browser yang dibuat khusus.
Tidak ada bukti bahwa Meta, pemilik Instagram, secara aktif mengumpulkan data pengguna.
Seperti yang ditunjukkan di masa lalu, jika mungkin bagi perusahaan untuk mendapatkan akses ke data secara gratis, tanpa meminta izin pengguna, mereka akan melacaknya.
Namun, sebagaimana melansir laman Macrumors, Kamis (11/8/2022), praktik ini melanggar kebijakan Transparansi Pelacakan Aplikasi (ATT) Apple.
ATT mengharuskan semua aplikasi, meminta persetujuan pengguna sebelum melacaknya di seluruh aplikasi dan situs web yang dimiliki oleh perusahaan lain.
Meta telah berulang kali menentang tujuan Apple untuk memberi pengguna pilihan apakah mereka ingin dilacak atau tidak.
Pada Desember 2020, Meta mengeluarkan iklan surat kabar satu halaman penuh yang menyerang Apple karena perubahan tersebut.
Krause mengatakan, dia membagikan temuannya dengan Meta, yang merespons dengan mengatakan bahwa mereka telah mengonfirmasi "masalah" tersebut tetapi belum merespons sejak itu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7859 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan