Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pentolan Kremlin Panik, Ingin Putin Segera Hentikan Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina dinilai telah menjadi bencana politik dan ekonomi bagi Rusia. Sejumlah negara bahkan telah melakukan 'isolasi' politik dan ekonomi terhadap Negeri Beruang Merah.
Di tengah kondisi tersebut, muncul laporan bahwa pejabat kunci yang dekat dengan Putin telah memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri.
Ilya Ponomarev, seorang aktivis oposisi dan mantan anggota parlemen, mengeklaim ada kepanikan di dalam lingkaran elite Kremlin. Mereka pun ingin ada negosiasi untuk segera mengakhiri perang.
"Sinyal keinginan untuk bernegosiasi dikirim oleh seseorang di lingkaran dalam Putin. Saya tidak bisa menyebutkan namanya, tapi Anda tidak akan percaya. Itu salah satu 'pilar rezim'," tuturnya, mengutip Express, Selasa (16/8/2022).
Adapun, lingkaran dalam Putin sebagian besar terdiri dari apa yang disebut "siloviki" - mantan anggota intelijen dan militer.
Dua orang yang paling berpengaruh diyakini adalah Nikolai Patrushev dan Igor Sechin, bos raksasa minyak Rosneft.
Dijuluki "Darth Vader", Sechin dianggap sebagai sekutu dekat dan "wakil de facto" Putin. Dia telah menjadi orang kepercayaan dari pemimpin Rusia sejak awal 1990-an.
Sechin sering digambarkan sebagai seorang garis keras dan salah satu penasihat paling konservatif di lingkaran dalam Putin.
Bersama dengan anggota elit Kremlin lainnya, kepala Rosneft mendapati dirinya menjadi sasaran sanksi.
Dalam pemberitahuan sanksinya, Uni Eropa mengatakan dia adalah salah satu penasihat paling tepercaya dan terdekat Vladimir Putin, serta teman pribadinya. Dia dsebut telah melakukan kontak dengan Putin setiap hari.
Sementara itu, keputusan Latvia untuk secara terbuka menyatakan Rusia sebagai "sponsor negara terorisme" kemungkinan akan meningkatkan tekanan politik pada para pemimpin Barat lainnya untuk mengikutinya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah didesak oleh anggota Senat untuk memasukkan daftar hitam Rusia, sebelum pemungutan suara di parlemen Latvia.
Senator Richard Blumenthal dan Lindsey Graham meminta Joe Biden pada akhir Juli untuk menunjuk Rusia sebagai negara sponsor terorisme.
Adapun, Rusia telah memperingatkan pemerintahan Biden agar tidak mengambil langkah seperti itu, dengan mengatakan itu bisa menjadi "titik tidak bisa kembali" diplomatik dan memicu kerusakan total hubungan antara kedua negara.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan