Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Rusia Peringkat 3 Negara Pengguna Yuan Akibat Sanksi Eropa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia kini jadi negara peringkat ketiga dalam daftar negara di luar China daratan yang menggunakan yuan untuk pembayaran global, yang tentu saja sangat dipengaruhi oleh sanksi Barat.
Rusia hingga kini belum masuk daftar bulanan yang diterbitkan oleh perusahaan pengiriman pesan keuangan global SWIFT. Namun, pada Februari, tetapi angka terbaru yang dirilis pada Kamis (18/8/2022) menunjukkan bahwa hanya Hong Kong dan kekuatan keuangan Inggris yang sekarang berada di depannya.
Sejumlah perusahaan dan bank Rusia terlibat dalam hampir 4,0 persen pembayaran yuan internasional berdasarkan nilai pada Juli, menurut SWIFT.
Angka itu naik dari 1,42 persen bulan sebelumnya dan dari nol pada Februari ketika tindakan Kremlin di Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus", memicu sanksi.
Hong Kong secara tidak mengejutkan tetap menjadi sumber utama transaksi yuan di luar China daratan dengan 73,8 persen dari total, diikuti oleh Inggris yang menyumbang 6,4 persen.
Aksi mendadak dari Rusia dalam daftar yang mendukung argumen bahwa sanksi berhasil dan memaksanya keluar dari sistem perbankan global berbasis dolar AS. Tapi itu juga akan mendukung mereka yang mengatakan itu akan membawa Moskow dan Beijing lebih dekat.
Bersamaan dengan dampak pada sektor keuangan, ratusan perusahaan besar Barat telah menarik atau memotong operasi mereka di Rusia sebagai reaksi terhadap perang.
Sementara itu, Rusia telah mengembangkan sistem pesan keuangan bergaya SWIFT, membuat rekening khusus di beberapa bank yang masih belum disetujui dan terus memperdagangkan ekspor utama seperti minyak dengan negara-negara dari China dan India ke Turki.
Data SWIFT terbaru juga mengkonfirmasi bahwa rubel tidak lagi berada di antara 20 mata uang global teratas yang digunakan di pasar pembayaran internasional.
Kembali pada Desember, rubel di tempat ke-16 dengan pangsa 0,3 persen dalam hal nilai transaksi tetapi belum ada dalam daftar sejak itu. Empat tempat teratas dalam daftar itu dipegang oleh dolar AS, euro, pound Inggris, dan yen Jepang diikuti oleh yuan di tempat kelima.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3381 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1707 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 803 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan