Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jerman Terancam Kedinginan dan Gelap Gulita
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Jerman khawatir tentang kemungkinan masalah dengan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di musim gugur dan musim dingin. Berdasarkan dokumen yang dilihat Reuters, dikutip Kamis (25/8/2022), hal tersebut disebabkan tingkat air yang rendah di sungai Rhine dan pasokan minyak di bagian timur negara itu.
Ekonomi terbesar Eropa sedang mencoba untuk memotong ketergantungannya pada energi Rusia. Namun, sudah berminggu-minggu tingkat air yang sangat rendah di sungai Rhine. Hal itu telah mengganggu logistik dan menambah masalah bagi Jerman karena industri untuk sementara beralih ke lebih banyak batu bara dan minyak akibat penurunan tajam dalam impor energi Rusia.
"Karena pengiriman domestik yang sangat berkurang, akumulasi stok batu bara bisa dengan cepat turun," tulis sebuah dokumen berjudul "Energy Supply Assessment," yang dibuat oleh Kementerian Ekonomi Jerman.
"Tempat penyimpanan tambahan yang telah dan sedang dibeli di Jerman selatan mungkin tidak akan terisi pada musim dingin," merujuk pada negara bagian barat daya Baden-Wuerttemberg, rumah bagi operator pembangkit listrik EnBW.
Dokumen tersebut menjelaskan bahwa tingkat air Rhine yang rendah yang telah mengurangi volume batu bara yang dapat diangkut oleh tongkang sungai.
Adapun, pada Rabu (24/8/2022), Kabinet Jerman menyetujui undang-undang untuk memprioritaskan transportasi energi melalui jaringan kereta api negara itu.
Dokumen itu juga mengatakan bahwa pasokan minyak bisa menjadi masalah di wilayah timur laut.
Kilang Schwedt dan Leuna akan menghentikan pasokan minyak dari pipa Rusia mulai akhir tahun karena kebijakan embargo Uni Eropa dan ini akan menyebabkan harga kian melambung.
Baik kilang Leuna dan Schwedt dapat beroperasi pada kapasitas 75 persen, kata dokumen tersebut. Schwedt memasok sebagian besar Jerman timur, termasuk bandara Berlin.
Upaya untuk memasok daerah itu dengan produk kilang dari wilayah barat juga dapat menghadapi masalah transportasi karena kemacetan kereta api.
"Permintaan yang tinggi dan kapasitas transportasi yang langka dalam angkutan kereta api mengarah ke situasi yang menantang dalam logistik minyak. Beberapa produk dari kilang tidak dapat dipindahkan," kata dokumen itu.
Seperti diketahui, Jerman memang sedang dipusingkan oleh terbatasnya pasokan energi ke negara itu. Raksasa gas Rusia, Gazprom, telah memangkas aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 hingga 20 persen dari kapasitas, dengan alasan masalah teknis.
Berlin menyebut langkah itu bermotif politik, mengingat sanksi Eropa terhadap Rusia atas serangannya ke Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan