Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Indonesia Termasuk Target Utama Email Spam di Asia Pasifik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima email spam terbanyak di Asia Pasifik selama 2022, demikian dikatakan Noushin Shabab, peneliti keamanan siber Kaspersky dalam acara Cybersecurity Weekend yang digelar di Phuket, Thailand, Kamis (25/8/2022).
Noushin membeberkan bahwa selama 2022, sudah terdeteksi lebih dari 1,8 juta email spam di Indonesia, atau sekitar 10,4 persen dari total email spam di Asia Pasifik.
Negara Asia Pasifik yang menerima email spam paling besar adalah Vietnam, yang berjumlah lebih dari 3 juta email. Di urutan kedua ada Malaysia sebanyak 2,3 juta dan disusul Jepang sekitar 1,8 juta email spam.
Di Asia Pasifik, Kaspersky berhasil mendeteksi 24 persen dari total email spam berbahaya di dunia. Dengan kata lain, satu dari empat email spam yang dikirim di dunia tujuannya adalah ke komputer yang beroperasi di Asia Pasifik.
Dari jumlah itu, 61 persen di antaranya dikirim ke hanya lima negara yakni Vietnam, Malaysia, Jepang, Indonesia dan Taiwan.
"Sejak 2018 jumlah serangan email spam berbahaya yang dideteksi oleh teknologi kami terus turun setelah mencapai puncaknya di 2019. Tetapi ini bukan berarti kotak email kita sudah aman," beber dia,
Email spam berbahaya memang bukan serangan yang rumit, tetapi ketika dikombinasikan dengan teknik rekayasa sosial ia bisa sangat berbahaya bagi para pengguna internet maupu perusahaan.
Dengan serangan seperti ini para penjahat siber bertujuan melakukan penipuan untuk memperoleh uang dari korban, melakukan penipuan phising untuk memperoleh data sensitif seperti password, nomor kartu kredit, identitas pribadi, dan terakhir menyebarkan virus atau program berbahaya ke komputer korban.
"Hasil pantauan kami menunjukkan bahwa beberapa Advanced Persistent Threats (APT) baru dan lama di Asia Pasifik menggunakan teknik phising yang lebih tertarget yang disebut spearphising," terang dia,
Spearphising merupakan teknik penipuan dengan rekayasa sosial yang berusaha meyakinkan target, memanfaatkan informasi-informasi yang lebih spesifik seperti yang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan korban atau hobinya.
Ada tiga faktor yang menyebabkan meningkatnya email spam di Asia Pasifik. Pertama adalah populasinya yang sekitatr 60 persen dari total penduduk dunia dan adopsi teknologi yang tinggi.
Terakhir faktor pandemi Covid-19 yang memaksa lebih banyak orang bekerja dari rumah, yang sistem keamanan sibernya lebih lemah ketimbang di kantor.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8296 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5735 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3583 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2424 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar