Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
Gereja Katolik di Kolombia Umumkan 26 Pastor Diduga Pedofil
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gereja Katolik di Kolombia telah merilis nama 26 pastor yang diselidiki atas dugaan pelecehan seksual pedofilia terhadap anak di bawah umur. Keuskupan Agung Medellin mengungkapkan daftar nama pastor dari 1995 hingga 2019 sebagai tanggapan putusan pengadilan soal jaringan pastor pedofil.
"[Keuskupan Agung Medellin] ingin menunjukkan transparansi komitmen terhadap kebenaran dan bahwa tak ada tujuan untuk ditutup-tutupi," kata Uskup Agung Medellin, Monsignor Ricardo Tobon, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/8).
Pada Kamis, hakim menerima 14 pengaduan yang berisi pelanggaran di Gereja, beberapa di antaranya terjadi bertahun-tahun lalu. Jurnalis yang menyelediki kasus dugaan jaringan pastor pedofil di gereja, Juan Pablo Barrientos, meminta pengadilan merilis nama pemimpin agama itu.
Pengadilan lalu memaksa Keuskupan Agung untuk melakukannya.
"Sebagian besar pendeta ini diskors untuk sementara waktu dan kembali menjadi pendeta lagi," kata Barrientos.
Ia lalu berujar, "[Gereja membocorkan nama pendeta] karena Mahkamah Konstitusi memintanya."
Namun, Tobon menilai jurnalis itu melakukan kampanye kotor yang agresif terhadap Gereja.
Barrientos menerbitkan buku berjudul "Biarkan Anak-anak Datang Kepadaku," yang berisi perselingkuhan dan persembunyian di kalangan pendeta di Kolombia.
Gereja sempat berusaha menghentikan penerbitan buku itu dengan tindakan hukum, tetapi gagal. Sejauh ini, setidaknya enam pendeta di Kolombia menjalani hukuman penjara karena memerkosa anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 650 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 536 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan