Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Tagih Janji, Warga Desa Adat Jro Kuta Pejeng Datangi Bupati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga Desa Adat Jro Kuta Pejeng, Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring mendatangi Kantor Bupati Gianyar, Selasa (30/8) pukul 08.00 WITA. Warga meminta Bupati Gianyar, Made Mahayastra menyaksikan penandatanganan sertifikat tanah teba.
Namun Bupati Gianyar tidak ngantor. Padahal warga yakin Bupati Mahayastra ingat dengan janjinya seminggu lalu untuk memanggil Perbekel Pejeng dan menyaksikan penandatanganan proses administrasi penyertifikatan tanah teba mereka.
Penasehat hukum Putu Puspawati, mengaku sudah janjian dengan Bupati Gianyar Minggu yang lalu. “Hari ini dijanjikan sama Bupati, ternyata Bupati tidak ada di kantor,” ungkap.
Sesuai janji, semestinya permohonan telah ditandatangani. Apalagi Perbekel Pejeng beserta jajaran Kaur telah bersedia datang. “Kami juga tidak tahu ternyata Perbekel dan Kaur yang sudah datang, nyelonong pulang mendahului,” ungkapnya.
Atas kondisi ini, warga akan tetap menuntut kesepakatan perdamaian yang telah ditelorkan pada Oktober 2021 lalu. “Ini sudah hampir setahun, kami akan tetap menuntut realisasi poin perdamaian. Karena dulu kami mau berdamai karena Bupati janji mengawal penandatanganan sertifikat kami. Kami tuntut janji beliau,” ujarnya.
Warga dijanjikan datang pekan depan untuk menyelesaikan persoalannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7889 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan