Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Profil Kolonel Budi Iryanto, Penemu Kokain Senilai Rp1,2 Triliun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kolonel Laut (P) Budi Iryanto meninggal dunia pada Sabtu (20/08/2022) pekan lalu. Budi Iryanto mengembuskan napas terakhir karena sakit yang diderita.
Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono. Dia menegaskan Kolonel Budi Iryanto meninggal dunia karena penyakit. Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan atau isu yang beredar terkait Kolonel Budi yang meninggal karena penemuan dan pengungkapan penyelundupan kokain senilai Rp1,2 triliun.
"Hal tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat seiring mencuatnya rumor bahwa Kolonel Budi Iryanto meninggal karena terkait penggagalan penyelundupan kokain seberat 179 kg senilai Rp1,2 Triliun, tepatnya saat dirinya menjabat sebagai Danlanal Banten," kata Julius melalui keterangan resminya, Selasa (23/8/2022).
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Kolonel Laut (P) Budi Iryanto ini?
Kolonel Budi Iryanto merupakan mantan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten. Dia menempati jabatan tersebut sejak Oktober 2020 hingga Mei 2022. Dalam sepak terjangnya, Kolonel Budi pernah mengungkap temuan sekaligus penggagalan peredaran narkoba jenis kokain seberat 179 kg di Perairan Selat Sunda. Adapun nilai dari temuan kokai tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.
Atas prestasinya, Kolonel Budi Iryanto diganjar promosi jabatan menjadi Asisten Operasi (Asops) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak. Berita meninggalnya Kolonel Laut Budi Iryanto sempat menimbulkan berbagai isu.
Salah satunya adalah terkait penggagalan peredaran Kokain dengan nilai fantastis tersebut. Namun, berdasarkan laporan dari RSPAL dr Ramelan, pada 4 Agustus 2022, Kolonel Budi sebelumnya pernah datang ke RSPAL karena keluhan lemas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Kolonel Budi menderita penyakit diabetes melitus. Sebagai penanganannya, dia menjalani terapi berupa transfusi PRC, Hemodialisa, Infus Albumin, hingga Antibiotik.
Pada 18 Agustus 2022, Kolonel Budi Iryanto mengalami penurunan kesadaran, sehingga harus dipindah ke ICU sampai pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 20 Agustus 2022.(sumber: sindonews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan