Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
BBM Naik, Harga Cabai Capai Rp28 Ribu per Kg di Pasar Sempidi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Harga kebutuhan pokok dan aneka macam bumbu dapur di Pasar Sempidi meningkat drastis setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) diumumkan.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Sempidi, Ibu Alit mengaku kenaikan harga bahan bumbu dapur memang terjadi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM.
Dari sekian macam barang dagangan, yang paling mengalami kenaikan adalah jenis rempah-rempah seperti buah pala, dimana sebelumnya Rp120 ribu per kilo saat ini menjadi Rp140 ribu per kilo. Sedangkan cengkeh sebelumnya di harga Rp125 ribu, kini naik menjadi Rp140 ribu per kilo.
Selanjutnya, untuk harga aneka bumbu dapur seperti cabai yang sebelumnya di harga Rp24 ribu per kilo saat ini berada pada harga Rp28 ribu per kilo.
"Hampir semua barang dagangan mengalami kenaikan yang cukup drastis", ujarnya, Selasa (6/9) di Sempidi, Badung.
Senada, pedagang aneka bumbu dapur lainnya, Ibu Kompiang mengaku memang ada kenaikan beberapa aneka bumbu dasar olahan dapur seperti cabai yang harganya masih tinggi.
"Cabai saya rasa harganya masih tinggi", katanya
Kedua pedagang ini mengaku agak kesulitan menjual barang dagangannya dalam kondisi adanya kenaikan harga barang. Selain itu, kedua pedagang ini berharap Pemerintah menurunkan harga BBM menstabilkan harga di tingkat pasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan