Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
15 Ribu Perawat RS Swasta Mogok Kerja
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sekitar 15 ribu perawat di rumah sakit swasta mogok kerja di Minnesota dan Wisconsin AS pada Senin (12/9), waktu setempat. Dilansir dari AFP, Selasa (13/9), aksi pemogokan perawat tersebut diklaim sebagai terbesar sepanjang sejarah AS.
Baca juga:
Suhu Terpanas di Prancis Kembali Cetak Rekor
Belasan ribu pekerja rumah sakit itu terjadi karena mereka menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi.
Pemogokan kerja oleh pekerja rumah sakit AS beberapa kali terjadi selama setahun terakhir. Hal itu terjadi lantaran mereka kelelahan karena bekerja selama pandemi covid-19 di tengah lonjakan harga.
Juru bicara Asosiasi Perawat Minnesota (MNA) yang mengoordinasikan tindakan tersebut mengungkapkan mogok kerja akan berlangsung tiga hari atau hingga Kamis pagi.
Kelompok perawat dan rumah sakit telah bernegosiasi selama lebih dari lima bulan, tanpa mencapai kesepakatan.
"Saat ini di Minnesota, perawat terlalu banyak bekerja, rumah sakit kekurangan staf, dan pasien ditagih berlebihan," kata MNA dalam sebuah pernyataan.
Serikat pekerja mengatakan sedang mencari solusi untuk kekurangan staf dan masalah keselamatan kerja, sementara rumah sakit hanya ingin fokus pada gaji.
Sebuah kelompok yang mewakili rumah sakit mengatakan telah mengusulkan kenaikan upah 10-12 persen selama tiga tahun. Para perawat mencari kenaikan gaji di kisaran 27-30 persen.
Rumah sakit berpendapat bahwa "dengan perubahan konstan dalam perawatan kesehatan, semua orang yang bekerja di perawatan kesehatan perlu beradaptasi dengan cara kami melayani orang."
Rumah sakit setempat berencana untuk terus memberikan perawatan kepada pasien meski kemungkinan akan mengalami gangguan.
Rumah Sakit Kesehatan North Memorial di Robbinsdale, Minnesota mengatakan "mungkin membuat beberapa penyesuaian pada perawatan dan layanan non-darurat untuk memastikan staf yang memadai dan aman selama periode pemogokan."
Kendati demikian, rumah sakit menekankan akan terus menawarkan "layanan lengkap" termasuk rawat inap, rawat jalan dan perawatan darurat, dan akan melayani pelanggan untuk janji temu yang dijadwalkan sebelumnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan