Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
6 Negara Ini Dilanda 'Kiamat' Baru: Banyak Pekerja Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kiamat tenaga kerja tengah melanda sejumlah negara dunia. Tak main-main ini terjadi di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, hingga Jepang.
Berikut 6 negara yang mengalami kiamat tenaga kerja:
1. Australia
Fenomena di Australia terjadi karena Covid-19, di mana perbatasan negara itu ditutup selama lebih dari dua tahun. Pemerintah setempat melakukan peningkatan jumlah migrasi menjadi 195 ribu orang.
2. Amerika Serikat (AS)
Kiamat tenaga kerja tetap terjadi di AS. Meskipun sejumlah perusahaan menawarkan bonus dan gaji tinggi. Namun tetap saja pekerjaan yang ditawarkan tidak kunjung mendapatkan pegawai baru.
Beberapa sektor yang mengalami fenomena ini adalah restoran, toko hingga penerbangan. Petugas bagasi, pilot dan pramugari dilaporkan kekurangan tenaga kerja.
3. Malaysia
Malaysia telah mengalami tenaga kerja sejak Juni 2022 yang berdampak pada industri perkebunan kelapa sawit hingga semikonduktor. Jumlah kekurangan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta pekerja terdiri atas 500 ribu orang untuk konstruksi, 12 ribu untuk kelapa sawit, 15 ribu untuk kepolisian, dan 12 ribu untuk tenaga medis.
4. Kanada
Kekurangan tenaga kerja di Kanada terjadi karena banyak masyarakatnya yang melakukan pensiun dini. Sementara itu kiamat tenaga kerja negara tersebut mencapai 34.400 orang sejak bulan Mei lalu.
5. Inggris
Dilaporkan setengah bisnis di Wales bagian barat daya mengalami kekurangan pekerja terampil. Mulai dari 56 persen pada sektor kesehatan manusia dan pekerjaan sosial, akomodasi dan layanan makanan (52%), transportasi dan penyimpanan (37%), konstruksi (37%), dan manufaktur (35%).
6. Jepang
Perusahaan Jepang juga mengalami nasib serupa. Untuk menarik pekerja, sejumlah perusahaan besar menawarkan kenaikan gaji.
Namun populasi usia kerja menyusut drastis dan membebani prospek pemulihan setelah pandemi Covid-19. Pada 2030 mendatang kemungkinan Jepang mengalami kekurangan hingga 10,47 juta pekerja.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2547 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun