Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
ODGJ di Gianyar Tusuk Ibu Tiri Hingga Tewas Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wayan Agus Arnawa alias Kolok (25), menusuk tubuh ibu tirinya, Ni Wayan Rani (48) pada Minggu (18/9) pukul 06.30 WITA, di rumahnya di Banjar Margatengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan.
Nyawa ibu tiri melayang. Dan hingga Senin (19/9), Kolok yang merupakan orang gangguan jiwa itu masih kabur menggunakan sepeda motor. Informasi yang dihimpun beritabali.com, awalnya saksi I Made Durus alias Nang Nurija berada di warung miliknya yang berada di depan rumah korban. Saksi mendengar korban Ni Wayan Rani berteriak sambil menangis.
Saksi langsung menuju depan rumah korban melalui pintu depan rumah. Namun pintu gerbang dalam keadaan terkunci dari dalam. Mengetahui hal tersebut saksi tidak bisa membuka dan meninggalkan pintu rumah korban dan kembali ke rumah. Berselang 10 menitan dari depan rumah, saksi melihat Kolok pergi keluar rumah mengendarai sepeda motor ke arah selatan.
Kejadian itu langsung dilaporkan Kelian dan ke Polsek Payangan. Kapolsek Payangan, AKP Putu Agus Ady Wijaya membenarkan kejadian itu.
Baca juga:
ODGJ Tusuk Warga hingga Tewas
“Masih dalam pencarian,” ujar dia singkat.
Kolok yang memiliki keterbatasan berbicara diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Polisi telah melakukan sejumlah langkah. Yakni olah TKP, mengamankan barang bukti pisau dan memasang garis polisi di TKP.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan