Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kendalikan Inflasi, Distan Buleleng Intervensi Langsung Produksi Cabai
BERITABALI.COM, BULELENG.
Cabai sebagai salah satu komoditi utama yang berpengaruh besar terhadap inflasi menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Melalui Dinas Pertanian (Distan) Buleleng yang bersinergi dengan Perumda Pasar Argha Nayottama dan Perumda Swatantra, fluktuasi harga cabai terus dipantau dan diintervensi demi menghindari lonjakan harga.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Buleleng I Made Sumiarta dikonfirmasi di kantornya pada Selasa, (20/9), menerangkan langkah intervensi dengan melakukan peninjauan langsung ke sentra produksi beragam jenis cabai, mulai dari cabai rawit yang produksinya berpusat di Desa Pakisan dan Bontihing, Kecamatan Kubutambahan dengan luas kebun total sekitar 15 hektar, serta cabai besar yang diproduksi pada wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan dan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar dengan luas kebun sekitar 50 hektar.
Langkah tersebut membuahkan hasil, Sumiarta menyebutkan harga komoditi cabai di Kabupaten Buleleng masih terkendali dengan baik. Komparasinya dengan harga cabai pada kabupaten/kota lain di Bali yang rata-rata bisa mencapai Rp 60.000 per kilogram, sedangkan di Buleleng per hari ini masih sekitar Rp 50.000 per kilogram.
“Untuk di tingkat petani sekarang harga cabai kisaran Rp 48.000 per kilogram dan Rp 50.000 per kilogram yang ada di pasaran,” sebutnya.
Disinggung mengenai kendala apa saja yang dihadapi pada saat melakukan peninjauan ke lapangan, pihaknya mengatakan adanya pengaruh iklim yang tidak menentu, serta beberapa spekulan dari luar Buleleng yang mencari kebutuhan cabai dalam jumlah yang cukup besar sehingga dapat berpotensi menaikan harga cabai di pasaran karena keterbatasan jumlah produksi.
“Tetapi hal ini tidak membuat tim inflasi daerah menyerah untuk tetap bersinergi dengan perumda yang langsung terjun meninjau ke laapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengupayakan berbagai hal untuk menanggulangi peningkatan inflasi komoditi cabai melalui pencarian langsung sentra produksi cabai serta memfasilitasi produk dengan perusahaan daerah guna menjaga stabilitas harga.
Ditambahkannya, terkait komoditas bahan pokok lain di luar cabai masih terpantau aman dan belum terpengaruh terhadap laju peningkatan inflasi di daerah. Hanya saja dengan harga komoditi cabai yang masih fluktuatif, menjadikan pihak Distan bersinergi dengan perumda terkait upaya pencarian tambahan pasokan cabai di luar daerah.
“Mungkin nanti kita jalin kerja sama antar daerah, kemungkin bisa mencari di luar Bali juga dengan harga yang tidak mahal,” pungkasnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan