Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemulihan Pariwisata Bali Terhambat Harga Tiket Pesawat Mahal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan harga tiket pesawat yang mahal menjadi salah satu penghambat pemulihan pariwisata di Pulau Dewata.
"Salah satu yang menghambat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali adalah harga tiket yang mahal, Gubernur sebagai kepala daerah menyampaikan usulan ke Menteri Perhubungan agar harga tiket turun dan semoga ini bisa terealisasi," katanya di Denpasar pada Selasa (20/9/2022).
Menurutnya, salah satu imbas dari harga tiket mahal berpengaruh terhadap kurangnya wisatawan mancanegara dari Australia yang justru beralih ke Thailand.
Dia mengungkapkan, harga tiket pesawat dari Australia menuju Phuket lebih murah daripada Sydney ke Bali.
"Kurang lebih harga tiket lebih setengahnya naik, karena tiket Sydney ke Bali 1.500 AUD sekarang dari Sydney ke Phuket bisa setengahnya, 700-800 AUD. Jadi kalau harganya sekarang Rp7 juta ke Bali itu masih mahal, normalnya Rp3-4 juta sebelum naik," ujarnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, telah mengusulkan kepada Menhub Budi Karya Sumadi agar menambah jumlah penerbangan menuju Bali sehingga dapat menurunkan harga tiket dan wisatawan bertambah.
Bagus Agung pun menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2 juta hingga akhir tahun, sementara pusat menargetkan 3 juta kunjungan.
"Kita optimis 2 juta wisatawan bisa masuk sebelum China masuk, kalau China masuk 3 juta bisa tercapai. Kalau tahun ini kan tinggal beberapa bulan saja, karena rata-rata 10 ribu satu hari dikalikan 300 penerbangan kurang lebih seperti itu," kata Bagus Agung.
Lebih lanjut, ia berharap ada dukungan penambahan maskapai, salah satunya Garuda Indonesia. Ia menilai, jika ada tambahan penerbangan dari Garuda Indonesia, maka kondisi Bali akan cepat normal seperti Thailand.
Hingga saat ini, Bali sebagai daerah dengan 54 persen perekonomian bergantung dari sektor pariwisata masih dalam tahap pemulihan akibat dua tahun Pandemi Covid-19.
Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa pertumbuhan negatif dialami Bali ada tahun 2020 yang mencapai -9,31 persen sebagai yang tertinggi di Indonesia, kemudian membaik pada 2021 menjadi -2,47 persen.
Pertumbuhan positif baru dirasakan Bali pada Maret 2022 sejak dibukanya gerbang internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, yaitu pertumbuhan ekonomi naik menjadi +1,46 persen, dilanjutkan pada triwulan kedua +3,04 persen. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan