Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Raja Salman Izinkan Alkohol-Bikini di Arab, Ini Kronologinya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kabar mengejutkan datang dari Arab Saudi. Negeri tempat dua kota suci umat Islam itu, Mekkah dan Madinah, akan mengizinkan beredarnya minuman beralkohol dan penggunaan bikini.
Hal ini bermula dari laporan Wall Street Journal (WSJ). Lalu bagaimana ceritanya?
Aturan tersebut akan berlaku di kota megafuturistik baru milik Saudi. Ini dikaitkan dengan dibukanya sebuah resor pantai di Neom tahun 2023 mendatang, Sindalah.
Neom merupakan tonggak perubahan bagi Arab Saudi di bawah pemimpin de facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) di negaranya. Sebagian bertujuan untuk menarik turis asing dan mendorong pengusaha asing untuk tinggal dan bekerja di sana.
"Terletak di pulau Laut Merah bernama Sindalah, resor Neom berharap untuk menawarkan bar anggur premium, bar koktail terpisah, dan bar untuk sampanye dan makanan penutup," tulis media asal Amerika Serikat (AS) itu, dikutip Rabu (21/9/2022).
"Rencana tersebut juga menyerukan toko anggur ritel dengan tampilan dinding vertikal yang mencolok," tambah media itu lagi, mengutip dokumen pengembangan kota tertanggal Januari.
Bukan hanya alkohol, gambar pengembangan Sindalah tertanggal Juni juga memuat gambar-gambar wanita berbikini dan pria bertelanjang dada. Mereka dibuat bersantai di kapal pesiar dan mandi di kolam renang tanpa batas.
"Sindalah akan 'menyalakan' Laut Merah sebagai tujuan baru untuk kapal pesiar super dan menarik beberapa orang paling kaya dan berpengaruh di dunia," kata dokumen perencanaan itu lagi.
Sebelumnya, isu perizinan alkohol di Arab Saudi sudah beredar sejak Mei lalu. Kepala pariwisata Neom Andrew McEvoy kepada surat kabar Nasional Abu Dhabi mengatakan undang-undang proyek akan sesuai dengan 'target menarik warga asing untuk bekerja dan tinggal di wilayah itu'.
"Alkohol jelas tidak lepas dari kebiasaan," ujarnya kala itu.
Kata Pemerintah Arab?
Meski demikian, perwakilan Neom belum memberi konfirmasi terbaru soal ini. Hal ini juga dilakukan pemerintah Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.
Tapi di Mei, pemerintah Arab Saudi sempat membantah sebagian dari isu. Dengan mengatakan Neom akan tunduk pada kedaulatan Arab Saudi tetapi memiliki undang-undang ekonomi khusus.
"Jawaban singkatnya adalah kami akan melanjutkan undang-undang kami saat ini," kata Asisten Menteri Pariwisata Putri Haifa binti Mohammed al-Saud, mengatakan pada diskusi panel di Forum Ekonomi Dunia.
"Kami telah mengungguli secara global dalam hal pariwisata dengan apa yang saat ini kami tawarkan hari ini," tegasnya lagi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1846 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun