Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Rusia Siap Kerahkan 300 Ribu Tentara Cadangan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia siap mengerahkan 300 ribu tentara cadangan setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit mobilisasi di tengah kekalahan Negeri Beruang Merah di beberapa titik di Ukraina.
"Ada 300 ribu tentara cadangan yang akan dipanggil," ujar Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, seperti dilansir AFP, Rabu (21/9).
Menurut Shoigu, angka tersebut hanya satu persen dari keseluruhan tentara cadangan yang dapat dikerahkan berdasarkan dekrit Putin.
Ia menjabarkan bahwa tujuan utama pengerahan pasukan ini adalah untuk membantu "mengamankan" wilayah di sekitar dan di belakang garda terdepan.
Di kesempatan itu, Shoigu juga mengungkap bahwa 5.937 tentara Rusia tewas sejak awal mereka mulai menginvasi Ukraina pada Februari lalu. Ini merupakan kali pertama Rusia mengakui jumlah tentara yang tewas di Ukraina.
Putin pun menganggap Rusia perlu mengambil langkah lebih jauh untuk melindungi tentara dan wilayahnya. Saat mengumumkan dekrit terbaru ini, Putin menyebut negaranya dalam bahaya akibat "blackmail" Barat.
Belakangan, sejumlah negara Barat memang sedang terus menyerukan kekhawatiran mereka bahwa Putin bakal menggunakan senjata nuklir karena sudah terdesak di Ukraina.
Menurut Putin, negara Barat sengaja mengembangkan isu ini agar pada akhirnya mereka dapat menyerang negaranya atas dalih protes atas penggunaan senjata nuklir.
"Jika integritas wilayah negara kami terancam, kami akan menggunakan segala daya upaya untuk melindungi rakyat kami. Ini bukan omong kosong," kata Putin.
Ini merupakan kali pertama Rusia melakukan mobilisasi setelah Perang Dunia II. Namun, penasihat kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengaku tak heran mendengar keputusan Putin ini.
"Sungguh upaya yang sangat tertebak, yang lebih terlihat seperti upaya untuk membenarkan kesalahan mereka sendiri," ucapnya.
"Perang ini jelas tak berjalan sesuai skenario Rusia dan akhirnya Putin membuat keputusan tak populer untuk memobilisasi dan membatasi hak asasi manusia."
Saat ini, kondisi di Ukraina memang dianggap tak sesuai dengan rencana awal Rusia. Ukraina terus melakukan perlawanan balik yang tak dapat dibendung pasukan Rusia di berbagai titik.
Ukraina pun dianggap meraih kemenangan besar ketika berhasil merebut kembali Kharkiv, kawasan yang berbatasan langsung dengan Donbas, tempat separatis pro-Ukraina bercokol.
Karena kian terdesak, kelompok separatis di Donbas mulai merencanakan referendum untuk bergabung dengan Ukraina pada pekan ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4478 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2290 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1847 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1579 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1025 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun