Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kapal Perang AS-Kanada Masuk Selat Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satu kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat dan satu kapal fregat Kanada melewati Selat Taiwan pada Selasa (20/9). Aksi itu terjadi kala situasi antara China dan Taiwan semakin panas.
Dalam sebuah pernyataan, AS menuturkan kapal penghancur rudal jelajah Higgins dan kapal fregat Kanada Vancouver melakukan transit di Selat Taiwan. Kapal AS itu berada di kelas Arleigh Burke, sementara kapal Kanada berada di kelas Halifax.
"Kerja sama seperti ini menunjukkan poin pusat dari pendekatan kami menuju wilayah yang aman dan makmur," demikian pernyataan dari AL AS.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand mengatakan negaranya, sebagai bagian dari negara Pasifik, sangat berkomitmen menjunjung tinggi stabilitas global dan kesejahteraan wilayah Indo-Pasifik.
"Rutinitas transit di Selat Taiwan pada hari ini menunjukkan komitmen kami untuk wilayah Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif," ujar Anand dalam sebuah pernyataan.
Tindakan AS dan Kanada kemudian menuai kritik dari China.
Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan mereka memantau pergerakan kapal itu dan "memberikan peringatan."
Baca juga:
Heboh Wanita Iran Ramai-Ramai Bakar Hijab
"Pasukan armada terus waspada dan secara tegas melawan seluruh ancaman dan provokasi, dan secara tegas membela kedaulatan dan integritas teritorial nasional," demikian pernyataan PLA.
Meski begitu, Kementerian Pertahanan Taiwan menilai misi kapal perang AS dan Kanada ini merupakan "situasi normal."
Transit kapal militer AS di Selat Taiwan kemarin merupakan yang kedua dalam kurun waktu satu bulan.
Tak hanya itu, ini merupakan kedua kalinya AS dan Kanada transit di Selat Taiwan dalam waktu kurang dari setahun. Transit terakhir kedua negara itu dilakukan pada Oktober 2021.
Sementara itu, situasi Taiwan dan China semakin panas usai kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi ke Taipei. Beijing menilai kunjungan ini mengancam kedaulatan China dan meresponsnya dengan melakukan latihan militer yang mengepung Taiwan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun