Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Tidak langsung Dikubur, Inilah Cara Pemakaman Ratu Elizabeth II
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratu Elizabeth II telah dimakamkan pada Senin (19/9), lewat seremoni kenegaraan yang disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia. Meski demikian, jenazah ratu yang telah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun tersebut tidak langsung dikubur di bawah tanah, layaknya pemakaman pada umumnya.
Usai kebaktian yang hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat di Kapel St George, Kastil Windsor, peti mati Ratu Elizabeth diturunkan ke semacam brankas kerajaan yang disebut Royal Vault. Di brankas itu juga terdapat peti mati mendiang suaminya, Prince Philip, yang meninggal dunia tahun lalu.
Ketika peti mati Ratu diturunkan ke dalam brankas, Dean of Windsor melafalkan ayat Alkitab. Setelah itu, Garter King of the Arms mengucapkan gelar Ratu Elizabeth yang panjang. Prosesi ini mengakhiri upacara publik yang dipersembahkan untuknya.
Meski demikian, Royal Vault ini disebut bukan perhentian terakhir Ratu Elizabeth. Peti mati Sang Ratu selanjutnya akan dipindahkan ke Kapel Memorial Raja George VI di Kastil Windsor, bersama dengan peti mati Prince Philip.
Diketahui, seluruh anggota keluarga kerajaan biasanya dimakamkan di dalam sebuah ruangan, bukan langsung di bawah tanah. Karena itu, peti mati mereka harus dilapisi dengan timah untuk memperlambat proses pembusukan.
Tidak hanya itu, timah pada peti mati juga mampu menyegel dan mencegah kelembaban masuk, sehingga bisa menjaga tubuh tetap utuh hingga satu tahun. Ini juga memastikan bahwa bau dan racun apa pun dari mayat tidak dapat keluar peti dan merusak lingkungan.
Mengutip laporan media lokal Inggris, Metro, pada tahun 1997, Lady Diana, Princess of Wales juga dimakamkan di peti mati berlapis timah yang dikatakan memiliki berat seperempat ton karena lapisannya.
Sementara itu peti mati Ratu Elizabeth II dilaporkan terbuat dari kayu oak, diyakini berasal dari Perkebunan Sandringham di Norfolk, Inggrs.
Andrew Leverton dari perusahaan pembuat peti mati Leverton & Sons, mengatakan kepada The Times bahwa bahan baku tersebut sangat langka di Ingggris, mengingat kayu oak biasanya didatangkan dari Amerika. (Sumber: CNBC Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan