Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Reaksi Novel Baswedan, Rasamala-Febri Bela Sambo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Novel Baswedan mengaku kaget dengan langkah rekannya sesama mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, yang kini menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Ia menyarankan agar Febri dan Rasamala mengundurkan diri dari kasus tersebut.
"Sebagai teman saya kaget dan kecewa dengan sikap Febri dan Rasamala. Saran saya sebaiknya mundur saja," kata Novel dalam unggahannya di Twitter @nazaqistsha, Rabu (28/9).
Menurut Novel, semestinya yang dibela adalah kepentingan korban. Selain itu, juga memastikan agar semua pihak yang menghalangi kasus penembakan
"Justru kepentingan korban yang penting dibela, termasuk memastikan semua pihak yang menghalangi/merekayasa kasus diusut tuntas. Agar tidak terjadi lagi," tuturnya.
Diberitakan, Febri dan Rasamala bergabung dengan kantor hukum Arman Hanis untuk menjadi tim kuasa hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Rasamala akan mendampingi Ferdy Sambo, sementara Febri bakal mendampingi Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo dan Putri merupakan tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Febri mengatakan alasan dirinya menerima tawaran membela Putri tersebut merupakan pilihan profesional sebagai seorang advokat.
Ia juga menyebut ada tanggung jawab moral di balik keputusannya itu, salah satunya agar memberikan keadilan bagi semua pihak dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Rasamala menyetujui permintaan sebagai penasihat hukum Ferdy Sambo setelah mempertimbangkan berbagai aspek dalam perkara ini. Dia mengatakan Sambo sudah bersedia mengungkap fakta yang sebenarnya yang ia ketahui dalam persidangan. (Sumber: CNN Indonesia)
" Sbg teman sy kaget & kecewa dgn sikap @febridiansyah & @RasamalaArt yg mau mjd kuasa hukum PC & FS Saran sy sebaiknya mundur saja. Justru kepentingan korban yg penting dibela, termasuk memastikan semua pihak yg menghalangi / merekayasa kasus diusut tuntas. Agar tdk terjadi lagi."
— novel baswedan (@nazaqistsha) September 28, 2022
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan