Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kronologi Elon Musk-Zelensky Ribut Gegara Polling Twitter
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos Tesla sekaligus miliarder, Elon Musk, bersitegang dengan sejumlah pejabat Ukraina termasuk Presiden Volodymyr Zelensky gara-gara kicauannya yang dianggap mendukung Rusia.
Musk memicu kontroversi dengan membuka polling di akun Twitternya yang menggiring 107,7 juta pengikutnya untuk memilih apakah warga Ukraina seharusnya menggelar referendum yang memutuskan apakah mereka ingin tinggal atau bergabung dengan Rusia.
"Kalau begitu mari kita coba ini: Apakah orang-orang yang tinggal di Donbas dan Crimea harus memutuskan apakah mereka bagian dari Rusia atau Ukraina?" bunyi polling Twitter yang dibuat Musk.
Sebanyak 1,5 juta akun mengikuti polling itu dengan sejauh ini 56,7 persen menjawab "Ya", sementara 43,3 persen lainnya menjawab "Tidak".
Selain itu, Musk juga menganggap Ukraina tidak akan menang dalam memerangi invasi Rusia lantaran jumlah populasi Rusia tiga kali lebih besar dari Ukraina.
"Jika Anda peduli terhadap warga Ukraina, cari lah perdamaian," kata pendiri SpaceX itu menambahkan.
Menanggapi jajak pendapat itu, Zelensky langsung ikut membuat polling di akun Twitternya.
"Mana @elonmusk yang lebih Anda sukai? yang mendukung Ukraina atau yang mendukung Rusia?" bunyi polling Zelensky.
Polling itu telah diikuti 1,41 juta akun dengan 82,5 persen pemilih memilih Musk yang mendukung Ukraina dan 17,5 persen Musk yang mendukung Rusia.
Tak hanya Zelenski, Duta Besar Kyiv untuk Jerman Andriy Melnyk menjawab dengan blak-blakan bahwa ide Musk tersebut sesat dan bahkan melontarkan kata umpatan.
"Persetan adalah tanggapan saya yang sangat diplomatis (kepada Musk) adalah tersesat," katanya.
Sementara itu pembantu Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan rencana perdamaian terbaik antara Rusia dan Ukraina adalah; Ukraina bisa diberikan hak mengambil kembali wilayahnya termasuk Crimea, Rusia demiliterisasi dan denuklirisasi dan "penjahat perang" menghadapi pengadilan internasional.
Musk kemudian mengatakan Moskow dapat mengumumkan mobilisasi penuh, yang mengarah ke "perang penuh" di mana "kematian di kedua belah pihak akan menghancurkan" mengingat populasi Rusia yang jauh lebih besar.
"Kemenangan Ukraina tidak mungkin terjadi dalam perang total. Jika Anda peduli dengan rakyat Ukraina, carilah perdamaian," tulisnya di Twitter.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta Ukraina untuk menghentikan permusuhan dan bernegosiasi setelah memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukannya dan mengancam akan menggunakan senjata nuklir.
Zelensky mengatakan dia tidak akan pernah bernegosiasi dengan Rusia selama Putin tetap menjadi pemimpinnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan